Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

India Turunkan Harga Ekspor Beras Basmati

RABU, 27 SEPTEMBER 2023 | 13:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Harga dasar ekspor beras basamati India akan diturunkan dalam beberapa hari mendatang, setelah terjadi penurunan penjualan tajam terhadap produk premium tersebut di luar negeri.

Mengutip Reuters pada Rabu (27/9), harga ekspor basmati akan turun dari 1.200 dolar AS (Rp 18 juta) per metrik ton menjadi 850 dolar AS (Rp 13 juta).

Presiden Federasi Eksportir Beras India, Prem Garg, mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk membantu pabrik penggilingan dan pedagang mengirimkan beras tersebut, menyusul larangan ekspor beras rusak pada tahun lalu.


"Keputusan untuk menurunkan MEP basmati akan membantu petani yang merugi karena penurunan ekspor," ujarnya.

Selain itu, kata Garg, penurunan ekspor basmati juga akan membantu India menghadapi kelebihan pasokan beras dan mempertahankan posisinya tetap unggul di pasar beras basmati global.

“Langkah ini juga akan membantu India mempertahankan posisi unggulnya di pasar beras basmati global," tambahnya.

India dan Pakistan secara eksklusif menanam beras basmati aromatik premium. India mengirimkan sekitar 4 juta ton beras basmati ke negara-negara seperti Iran, Irak, Yaman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Bulan lalu, India menetapkan harga ekspor minimum (MEP), untuk pengiriman beras basmati sebesar 1.200 dolar AS (Rp 18 juta) per metrik ton.

Aturan itu dibuat untuk memastikan bahwa beras non-basmati tidak diekspor sebagai beras basmati.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya