Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

OpenAI Jual Saham ChatGPT Hingga Rp 1.395 Triliun

RABU, 27 SEPTEMBER 2023 | 09:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk menggalang modal, OpenAI menjual saham perusahaan yang diperkirakan valuasinya bisa mencapai 90 miliar dolar AS atau Rp 1.395 triliun.

Hal itu diungkap dalam laporan Wall Street Journal pada Rabu (27/9), yang menyebut bahwa perusahaan pembuat aplikasi AI ChatGPT itu mampu meraih keuntungan besar.

Lewat ronde pendanaan yang sedang berjalan, OpenAI tidak akan menerbitkan saham baru. Investor yang ingin mengantongi perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan tersebut hanya bisa membeli saham yang sudah beredar, termasuk milik para pegawai.


"Penjualan saham ini akan mendongkrak valuasi OpenAI dari 29 miliar dolar AS (Rp 449 triliun) ke kisaran antara 80 miliar-90 miliar dolar AS (Rp 1.240-1.395 triliun)," bunyi laporan tersebut.

April lalu, penjualan saham OpenAI memberikan valuasi 29 miliar dolar AS (Rp 449 triliun), selain itu perusahaan meraih investasi senilai 300 juta dolar AS (Rp 4,6 triliun) dari Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, Thrive dan K2 Global.

Microsoft awal tahun ini mengumumkan investasi ke OpenAI senilai 10 miliar dolar AS (Rp 154 triliun). Kini, 49 persen dari saham OpenAI dikuasai oleh Microsoft. Pada Agustus lalu, OpenAI memproyeksikan pendapatan 1 miliar dolar AS (Rp 15 triliun) pada 2023.

OpenAI menggebrak bisnis teknologi dengan meluncurkan ChatGPT awal tahun ini. Aplikasi yang menggunakan AI generatif ini mampu menciptakan konten dalam bentuk teks, gambar, suara, hingga video berdasarkan permintaan pengguna.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya