Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep/Net

Publika

Jalan Ninja Bro Kaesang

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
SELASA, 26 SEPTEMBER 2023 | 15:51 WIB

BIKIN gempar. Baru kemarin dulu bikin heboh dengan masuknya Kaesang Pangarep ke PSI, kartu anggotanya pun segede gaban. Sekarang jadi ketua umum (ketum), dan bikin gempar lagi dunia persilatan para buzzer politik.

Isu dinasti politiklah (atau politik dinasti ya?) lalu isu partai otoriter digoreng para haters, tambah kecap plus micin secukupnya. Walau para lovers hanya mengamati dan tersenyum saja. Geli dengan kelakuan mereka yang blingsatan, katanya mereka sebenarnya “ketakutan” alias “gentar” dengan ulah partai nonparlemen ini.

Para haters yang merupakan “jubir parpol tua” dan parpol yang tidak pernah ganti ketua umum itu sibuk mengarang bebas dan menyebar hoaks.  Segera setelah perhelatan Partai Sianak Ingusan yang baru saja ganti ketum lagi ini segera mereka bikin cerita soal partai otoriter. Ini penting agar praktik otoritariansime di parpolnya sendiri terdeviasi.


Sebelum-sebelumnya juga PSI selalu membetot perhatian publik. Didanai Cendana lah, pengkhianat lah, dan banyak fitnah lainnya.  Aneh ya, tapi seru juga sih.

Tanpa kehadiran PSI blantika perpolitikan di Indonesia kayaknya monoton, alias datar-datar saja. Ya biasa, paling-paling soal korupsi beberapa triliun, lalu jadi kepala berita sebentar, lalu DPR-nya bisu, dan selesai atau dianggap selesai.

Tapi PSI ini memang keterlaluan, sampai sekarang masih repot sendiri dengan soal korupsi 80 persen dari nilai proyek BTS. Padahal semua parpol lain sudah “bagus-bagus” bersikap “tenang” dan menyerahkan kasusnya pada aparat hukum, dan sebisa mungkin kasusnya diselesaikan secara “kekeluargaan”. Coba lihat BAP, berapa ratus miliar yang mengalir ke parlemen dan instansi penegak hukum.

Bukankah segalanya bisa diselesaikan secara “musyawarah mufakat”? Ini kan jalan kita yang Pancasilais sejati? Begitu kata para koruptor yang nyaleg lagi. Dan diiyakan oleh para koruptor yang belum tertangkap KPK atau Kejaksaan. Mereka yang masih gagah berceramah soal kesejahteraan rakyat.

Tapi ketum PSI yang baru, Bro K, malah lantang bilang soal ‘jalan ninja’ yang bakal ditempuh PSI ke depan!

Ini apa lagi sih? Lha wong selama ini PSI sudah bikin para politisi tua itu kerepotan (tapi pura-pura tenang). Biarlah para buzzer yang bekerja di lapangan. Mereka kan bisa mengarang bebas, bahkan banyak yang tinggal mem-forward doang, kerja gampang. Sementara para politisi korup itu boleh tampil cool dan bisa bilang “kami sedang fokus soal pencapresan dan Pileg 2024”.

Mereka yang progresif dan muak dengan pidato soal kesejahteraan yang cuma rangkaian kata-kata di visi-misi partai, menyimak kata-kata Bro K, dengan cermat dan hati yang jujur.

Bukan membalas segala cacian dan fitnah dengan cacian dan fitnah juga, itu malah bisa membuat dunia politik kita tambah gelap, bahkan semakin menjijikan.

Tapi mari menyalakan lilin, dengan begitu kita bisa menerangi sekeliling kita. Tetap bergembira dan membawa kesukariaan dalam berpolitik, di tengah dunia nyinyir dan penuh kepalsuan.  

Tak perlu tegang, santai dan santuy saja. Pak Jokowi selama ini difitnah PKI, plonga-plongo, bajingan tolol, antek China, ijazah palsu, dan lain sebagainya ya santai dan santuy saja. Malah tingkat kepuasan rakyat terhadap kepemimpinannya yang 80 persen lebih itu adalah yang tertinggi di dunia. Bukti apa lagi yang bisa kita sangkal.
 
Bro K dan PSI bertekad menjadikan politik sebagai sumber kebaikan dan kesejahteraan, terinspirasi dari Pak Jokowi. Rupanya ini jalan ninja yang bikin gerah politisi korup.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya