Berita

Bacapres Prabawo Subianto/Ist

Politik

Takut Kalah Lagi, Lebih Baik Prabowo Gabung ke Anies-Muhaimin

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 20:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Majunya Bakal Calon Presiden (Koalisi Indonesia Maju) Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 menjadi sorotan banyak pihak.

Pasalnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah tiga kali maju dalam Pilpres baik menjadi cawapres pada 2019 maupun capres pada 2014 dan 2019.

"Pilpres 2024 adalah pencalonan yang keempat, kekalahan pada pilpres 2019 menjadi pelajaran  berharga bagi para pendukungnya yang menimbulkan kekecewaan. Soalnya Prabowo menerima jabatan Menteri Pertahanan dengan alasan untuk keselamatan negara," kata Senator Jaringan Aktivis ProDem, Setya Dharma Pelawi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/9).


Di sisi lain, Setya menambahkan, Prabowo juga mendapat gelar sebagai negarawan, karena dianggap mementingkan kepentingan negara ketimbang pribadi dan kelompoknya.

Jelang Pilpres 2024, Prabowo dicalonkan oleh Partai Gerindra, PAN, Golkar, Demokrat, PBB, Gelora, dan PSI.

Setya menyebut, di atas kertas dukungan partai politik sudah mencapai 46 persen.

"Pertanyaannya, sekarang timbul bagaimana para relawan yang dulu mendukungnya? Apakah akan mendukungnya kembali? Bahkan ada relawan yang bersuara ‘Prabowo Subianto, seorang negarawan cukup jangan mencalonkan lagi, takut kalah’, hilangkan pikiran-pikiran atau gagasan Indonesia Maju dari Jokowi yang terobsesi membangun IKN dengan utang," bebernya.

Sambung dia, dengan berpikir sederhana dan obyektif, IKN kemungkinan besar akan mangkrak.

"Para relawan ini sangat sayang dengan Prabowo, sudahlah bergabung dan dukung Anies-Muhaimin untuk membawa perubahan pada bangsa dan negara. Dengan begitu sikap Prabowo sebagai negarawan semakin bersinar untuk membantu Rezim Amin jika berkuasa nanti," imbuh dia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya