Berita

Anies Baswedan di hadapan Civitas Akademika Universitas Hasanuddin Makassar/Ist

Politik

Kerap Dilabeli Antitesa, Anies: Itu Kesimpulan Pengamat

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2023 | 21:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Salah satu alasan dipilihnya Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024, karena dinilai sebagian kalangan sebagai antitesa pemerintahan saat ini.

Predikat antitesa itu pun disinggung salah seorang mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Makassar, Ahmad Fauzan, yang menanyakan hal itu secara langsung kepada Anies.

Momen itu terjadi saat bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu menjadi pembicara tunggal dalam diskusi bertajuk 'Unhas Indonesian's Leaders Talk Anies Baswedan', di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Minggu (24/9).


"Sebagai antitesa perubahan, rencana apa yang anda tawarkan untuk negara dan bangsa ke depannya?" tanya Fauzan, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL dari Channel YouTube Refly Harun.

Menanggapi "tudingan" antitesa itu, Anies tampak santai. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lantas menjelaskan tentang visinya.

"Kalau boleh saya sampaikan, yang mau ditawarkan bukan antitesa, karena kita bukan dalam rangka antitesa kepada siapapun yang ada sebelumnya," tukas Anies, disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.

Dia juga mengatakan, Pemilu menjadi momentum untuk menengok kembali, apakah cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 sudah terlaksana, atau justru melenceng dari relnya?

"Jadi yang kami sampaikan bukan menjawab apa yang kemarin dikerjakan, tapi memastikan bahwa kita ke depan bisa meraih adil dan makmur seperti yang dicita-citakan (pendiri bangsa)," jelasnya.

"Ketika dikerjakan ada yang sifatnya sintesa, ada yang sifatnya antitesa, tapi itu kesimpulan pengamat, bagi kita arahnya tetap ke depan," tandas Anies.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya