Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pertama Kali dalam Sejarah, Utang AS Melonjak Hingga Rp 508.200 Triliun

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2023 | 10:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bahwa total utang nasional yang mereka miliki telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Disebutkan bahwa utang negara ekonomi terbesar di dunia itu telah mencapai 33 triliun dolar AS atau setara dengan Rp 508.200 triliun.

Jumlahnya bahkan melampaui utang yang dimiliki Jepang pada Juni 2023 yakni 1,11 triliun dolar AS (Rp 17.060 triliun) dan utang China pada Mei yakni 821,8 miliar dolar AS (Rp 12.635).


Mengutip CNBC pada Jumat (22/9), jumlah utang AS saat ini setara dengan jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah federal untuk menutupi biaya operasional, mencapai 33,04 triliun dolar AS (Rp 507.923 triliun).

Utang AS sebagian besar berasal dari utang publik melalui penerbitan surat berharga negara. Adapun, utang kepada asing per Juli 2023 tercatat senilai 7,56 triliun dolar AS (Rp 116.199 triliun).

Jepang dan China menjadi dua kreditur terbesar AS. Beberapa kreditur utama AS lainnya yakni Inggris, Belgia, Luxemburg, dan Swiss.

Sejumlah faktor yang menyebabkan lonjakan utang AS, di antaranya, pemotongan pajak, program stimulus, dan penurunan penerimaan pajak akibat meluasnya pengangguran selama pandemi Covid-19.

Selain itu, peningkatan  belanja federal mencapai sekitar 50 persen antara tahun fiskal 2019 dan tahun fiskal 2021 menjadi salah satu pendorongnya.

Masalah utang menjadi perdebatan Kongres selama merancang undang-undang APBN untuk pemerintah selanjutnya.

Pekan lalu, anggota DPR dari Partai Republik mengeluarkan rancangan undang-undang untuk mendanai pemerintah hingga 31 Oktober yang mencakup 'barter' pemotongan 8 persen untuk program domestik dengan pengecualian untuk keamanan nasional.

Namun RUU tersebut diperkirakan tidak akan lolos di Senat yang dikuasai Partai Demokrat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya