Berita

Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD/Ist

Politik

Masuk Bursa Cawapres, Mahfud dan Yusril Sulit Dongkrak Suara Capres

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2023 | 00:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang menjadi calon wakil presiden (Cawapres) masih terbuka bagi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Hanya saja dampak elektoralnya diprediksi sangat rendah. Kedua tokoh itu bakal sulit mendongkrak bakal capres pasangannya.  

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul,  Jamiluddin Ritonga mengamati, dua nama tersebut belakangan diisukan akan nyangkut di dua kandidat Capres berbeda, yakni Mahfud berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, dan Yusril berpasangan dengan Prabowo Subianto yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).


"Tetapi, elektabilitas Mahfud dan Yusril relatif rendah. Kalau dua sosok ini dipaksakan diduetkan, dikhawatirkan tidak mendongkrak elektabilitas Prabowo dan Ganjar," ujar Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/9).

Menurut mantan dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fikom IISIP) Jakarta itu, peluang kemenangan Capres juga tergantung pada sosok Cawapres yang mendampingi.

"Sokongan elektabilitas dari Cawapres sangat diperlukan, mengingat elektabilitas Prabowo dan Ganjar bersaing ketat," tuturnya.

Oleh karena itu, Jamiluddin memandang Ganjar maupun Prabowo mesti mencari sosok Cawapres yang tepat guna mendongkrak peluang kemenangannya di Pilpres 2024.

"Karena itu, kejelian memilih Cawapres, khususnya yang memiliki elektabilitas tinggi akan menentukan kemenangan Prabowo atau Ganjar pada Pilpres 2024," demikian Jamiluddin menambahkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya