Berita

Yusril Ihza Mahendra/RMOL

Politik

Bila Demokrat Gabung KIM, Pengamat: Peluang Yusril Cawapres Prabowo Terbuka

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2023 | 21:07 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Rencana Partai Demokrat bergabung Koalisi Indonesia Maju (KIM) disambut hangat partai lain yang tergabung dalam koalisi itu, termasuk Partai Bulan Bintang (PBB).

PBB sendiri merupakan partai paling awal mendukung Prabowo sebagai Capres 2024, bahkan sebelum partai-partai besar seperti Golkar dan PAN bergabung.

"Bersatunya Demokrat dengan PBB mengingatkan publik pada momen Pilpres 2004, saat SBY maju sebagai calon presiden didukung tiga partai, salah satunya PBB," kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, lewat keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (21/9).


Berkat dukungan PBB dan dua partai lainnya, Demokrat dan PKPI, SBY berhasil mengalahkan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi.

"Atas dasar itu, publik berspekulasi bahwa bergabungnya Demokrat ke KIM akan membuat peluang Yusril sebagai kandidat calon wakil presiden mendampingi Prabowo terbuka lebar," kata Pangi.

Dengan asumsi, bisa saja saat ini Demokrat balik memberikan dukungan kepada Yusril menjadi Cawapres Prabowo, sebagai balas budi atas dukungan Yusril dan PBB pada SBY di Pilpres 2004.

Apalagi bergabungnya Demokrat ke KIM tidak dengan agenda mendorong seseorang untuk menjadi Cawapres Prabowo.

"Apakah spekulasi itu benar? Tentu hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, Demokrat dan PBB memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja," ucap Pangi.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya