Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan dalam pertemuan Ministerial Meeting of the Global Governance Group (3GMM), di New York, AS pada 20 September 2023/Ist

Dunia

Menlu RI: Lewat Kerja Sama Multilateralisme, Negara Berkembang Bisa Menavigasi Situasi Sulit

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2023 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah berhasil menyelenggarakan acara KTT G20 dan KTT ASEAN, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi berbagi empat pelajaran penting dari kedua acara besar tersebut kepada peserta Ministerial Meeting of the Global Governance Group (3GMM).

Dalam acara yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (20/9), di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-78 itu, Menlu Retno berkesempatan menjadi pembicara di berbagai pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan 3GMM, dengan peserta yang terdiri dari 30 negara anggota PBB, Retno menyampaikan bagaimana Indonesia mampu bekerja sama dengan negara lain untuk memastikan suksesnya KTT ASEAN dan juga G20, yang dapat berguna untuk 3GMM dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di masa depan.


Pertama, ia menegaskan bahwa Indonesia mendorong kerja sama dalam pelaksanaan reformasi multilateralisme, yang berarti suara dan kepentingan negara berkembang harus masuk di dalamnya.

"Bagi negara berkembang, multilateralisme harus bisa membawa hasil nyata, multilaterasme harus inklusif dan harus setara. Jika multilateralisme tidak berjalan, akan sulit mencapai SDGs," jelas Retno.

Kedua, memperkuat solidaritas. Menurut Retno, tanpa solidaritas SDGs tidak mungkin tercapai, pada 2030 mendatang.

"Oleh karena itu, penting bagi semua negara untuk mendorong isu solidaritas di berbagai platform internasional dan multilateral," tambahnya.

Selanjutnya, dalam pelajaran ketiga Retno juga kembali menyerukan pentingnya suara Global South yang harus selalu diutamakan dalam agenda 3GMM di masa depan.

"Salah satu pesan penting dari KTT ke-43 ASEAN dan KTT G20  adalah bahwa negara-negara Global South terbukti dapat menavigasi situasi sulit dan menjembatani perbedaan. Ini antara lain dibuktikan oleh Indonesia, pada saat presidensi G20 tahun lalu dan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini, yang dapat menjembatani berbagai perbedaan dan kepentingan negara-negara," tambahnya.

Menurut Retno, meski banyak perbedaan, ia menyimpulkan penyelenggaraan dua KTT tersebut masih memiliki semangat untuk bekerja sama.

"Dari dua pengalaman ini, kita membuktikan bahwa kita ternyata mampu untuk menjadi jembatan bagi terbangunnya sebuah konsensus untuk kerja sama," tegasnya.

Terakhir, dalam pertemuan tersebut Retno menekankan pentingnya mengarusutamakan SDGs di semua platform di masa depan, dengan menghormati hak-hak pembangunan semua negara.

“Kebijakan dagang yang diskriminatif harus dihindari. Hak membangun bagi semua negara harus dihormati," kata Menlu RI itu.
 
Dengan pencapaian SDGs yang masih sangat jauh dari target, sebagaimana dilaporkan di KTT SDGs beberapa hari lalu, Retno menekankan untuk terus memperkuat kerja sama dan kolaborasi, guna dapat mencapai SDGs.
 
“Dibutuhkan sinergi yang lebih baik untuk memastikan hasil yang berorientasi pada solusi," ucap Menlu Retno di penghujung pidatonya.

Menlu Retno hadir di 3GMM sebagai bagian dari Troika G20. Ini adalah kali kedua Menlu Retno menghadiri pertemuan 3GMM setelah tahun lalu hadir pada saat Indonesia memegang presidensi G20. Pertemuan tahun ini diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya