Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia Desak Armenia dan Azerbaijan Hentikan Permusuhan di Nagorno-Karabakh

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 06:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya kembali ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan membuat Rusia sebagai pihak penengah merasa khawatir.

Dalam pernyataannya pada Selasa (19/9), Moskow meminta kedua negara agar menghentikan aktivitas pertempuran di wilayah Karabakh.

“Kami sangat khawatir dengan meningkatnya situasi di Nagorno-Karabakh. Pihak Rusia mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menghentikan pertumpahan darah, segera menghentikan aktivitas pertempuran dan kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova di Moskow, seperti dikutip dari Anadolu Agency.


"Segala langkah penyelesaian masalah Karabakh secara damai dituangkan dalam serangkaian pernyataan/perjanjian trilateral para pemimpin Rusia, Azerbaijan, dan Armenia yang diadopsi pada tahun 2020 hingga 2022," tegasnya.

Melalui upaya Rusia dan mediator internasional lainnya, katanya, prasyarat serius telah mulai terbentuk untuk mencapai kemajuan dalam penyelesaian masalah Karabakh secara damai, termasuk bantuan kemanusiaan.

Dalam situasi saat ini, tegas Zakharova, kontingen penjaga perdamaian Rusia terus menjalankan tugasnya, dan Moskow berharap keamanan pasukan penjaga perdamaian akan terjamin tanpa syarat oleh semua pihak.

Hubungan antara Azerbaijan dan Armenia tegang sejak tahun 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Pada musim gugur tahun 2020, Azerbaijan membebaskan beberapa kota, desa, dan pemukiman dari pendudukan Armenia selama 44 hari bentrokan. Perang berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

Namun ketegangan antara kedua negara terus berlanjut meskipun ada pembicaraan mengenai perjanjian perdamaian.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya