Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pasokan Cukup, tapi Mengapa Harga Jagung Tinggi?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 11:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Naiknya harga jagung cukup meresahkan masyarakat, terutama para peternak, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait stok pangan.

Namun, pemerintah menekankan bahwa tingginya harga jagung saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya stok.

Anggota Komisi IV DPR-RI Slamet dalam diskusi Profit "Tak Terduga, DPR Beri Sinyal Buka Impor Jagung, Impor Beras Juga?" yang ditayangkan di CNBC Indonesia baru-baru ini, mengatakan, pemerintah harus memiliki cadangan yang kuat yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, salah satunya adalah jagung.


"Bukan masalah stok, stok jagung kalau menurut data yang saya pelajari, cukup, termasuk data yang disampaikan kementerian teknis terkait," ujar Slamet.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga telah memainkan perannya untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas Budi Waryanto dalam acara yang sama menjelaskan, Bapanas telah menindaklanjuti amanat Perpres 125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, di mana Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi telah menugaskan Perum Bulog melakukan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 250 Ton hingga akhir 2023.

"Sebenarnya kita tahun ini menetapkan 250 ribu ton, nanti di ending stoknya 60 ribu ton, mungkin masih kecil juga. Tapi itu upaya dan kita cobalah mendorong agar Bulog bisa diberikan pendanaan dengan jaminan pemerintah," jelas Budi, seperti dikutip dari situs resmi Bapanas.

Bapanas juga tengah melaksanakan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk beberapa komoditas, salah satunya jagung dari daerah sentra produksi ke daerah sentra produksi ayam dan telur seperti Blitar, Kendal, Solo Raya, Lampung, dan Kalteng yang hingga saat ini telah mencapai 1.132 Ton.

Bapanas juga membangun sinergi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha di bidang perunggasan, terutama untuk penyiapan jagung sebagai pakan bagi peternak ayam dan layer skala kecil.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya