Berita

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono/Ist

Nusantara

Menuju Jakarta Kota Global, Heru Harus Tegas Benahi Anak Buah Main Petak Umpet

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 11:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Untuk meningkatkan akselerasi dalam rangka mewujudkan Jakarta Kota Global, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono diminta melakukan konsolidasi birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Hal ini disampaikan Inisiator Jakarta Barometer, Jim Lomen Sihombing dalam acara diskusi terbatas yang dikutip Selasa (19/9).

Menurutnya, misi Heru soal Kota Global seharusnya diikuti dan diimplementasikan oleh seluruh instrumen organisasi Pemprov DKI.


"Sehingga gagasan besar ini akan bisa digelindingkan jika semua ornamen organisasi Pemprov baik itu SKPD, BUMD dan yang lainnya. Maka konsolidasi birokrasi perlu dilakukan agar semua bisa sejalan dengan misi gubernur tentang Kota Global atau Global City," kata Jim.

Konsolidasi birokrasi, kata Jim, adalah langkah pertama untuk menyeragamkan pikiran dan menguatkan strategi di bawah komando gubernur sebagai pimpinan tertinggi di Pemprov DKI.

Jim menegaskan, Heru tidak boleh gentar melawan kepentingan politik yang tidak sejalan dengan cita-cita Jakarta menuju Kota Global.

"Kami melihat yang kerja keras mendorong Kota Global ini hanya gubernur. Kinerja strategis dan taktis belum terlihat dari anak buah gubernur. Gubernur harus tegas kepada SDM yang masih bermain petak umpet sehingga menghambat perjalanan Jakarta menuju Kota Global," kata Jim.

Lebih lanjut Jim Lomen menyampaikan, konsolidasi birokrasi bisa dimulai dengan menempatkan SDM terbaik pada jabatan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini masih banyak diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Kemudian, lanjutnya, struktur organisasi BUMD pun harus ditempati oleh orang yang pakar di bidangnya.

"Utamanya juga adalah integritas. Mereka mesti punya sikap berdiri kokoh di atas cita-cita Jakarta Kota Global. Kemudian loyalitas. Mereka wajib tegak lurus ke pimpinan dan tidak bermain peran ganda," kata Jim.

Jim menjelaskan, setidaknya ada beberapa klaster yang mesti dipetakan dalam rangka menuju Kota Global. Klaster pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata, budaya, pangan, tata ruang dan lingkungan.

Jim juga menyarankan agar Heru kembali mengaktifkan kursi Deputi Gubernur untuk mempercepat tercapainya cita-cita.

"Pj gubernur sebagaimana kita tahu memang tidak memiliki wakil. Sehingga, perlu diaktifkan kembali jabatan Deputi Gubernur yang masih kosong. Setidaknya ada 3 deputi yang kosong, akan lebih akseleratif jika Pak Heru mendorong tiga asisten Sekda untuk menduduki kursi Deputi Gubernur itu," pungkas Jim.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya