Berita

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan/RMOL

Politik

Harga Beras Terus Melambung, Legislator PKB Desak Pemerintah Segera Lakukan Operasi Pasar Secara Serentak

SENIN, 18 SEPTEMBER 2023 | 15:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kenaikan harga beras di pasaran belakangan ini telah menambah beban masyarakat. Publik seolah dipaksa membeli beras premium yang harganya jelas tidak memasyarakat.

Tak ayal, ada anggapan bahwa para korporasi pertanian tengah memainkan harga beras, dengan dalih El Nino sebagai biang kerok minimnya stok beras sehingga harus menaikkan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan berpendapat, pemerintah harus segera melakukan operasi pasar untuk menstabil harga di pasaran.


“Langkah daruratnya segera lakukan operasi pasar secara serentak dan masif,” kata Daniel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/9).

Legislator dari Fraksi PKB ini menambahkan, pemerintah perlu menjatuhkan sanksi kepada perusahaan beras yang memainkan harga dan mengkambinghitamkan El Nino.

“Segera ditindak dan jatuhi sanksi yang tegas. Iya, operasi pasar dan pastikan tidak ada monopoli dan pelanggaran hukum,” katanya.

Daniel menegaskan, pemerintah perlu menindak secara tegas perusahaan-perusahaan nakal yang lakukan pengaturan harga.

“Iya lakukan penindakan hukum,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya