Berita

Presiden Joko Widodo/Ist

Politik

Klaim Punya Informasi Parpol dari Intelejen, Jokowi Peringatkan Ketum Parpol?

SENIN, 18 SEPTEMBER 2023 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Klaim Presiden Joko Widodo memperoleh informasi intelejen mengenai kondisi di internal partai politik (parpol) merupakan bagian dari ancaman.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai, pernyataan Jokowi secara tidak langsung menegur parpol yang bermanuver.

"Seakan dia ingin sampaikan agar para ketum parpol itu jangan bermanuver sendiri," ujar Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/9).


Sosok yang kerap disapa Hensat itu menuturkan, pernyataan tersebut menunjukkan Jokowi masih khawatir mengenai calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) yang akan terpilih di Pilpres 2024 bukan orangnya.

"Ini tentang keinginan dia melepas kekuasaan. Nampaknya dia masih belum siap," sambungnya menegaskan.

Dengan mengumbar informasi intelejen ke hadapan publik, dosen ilmu politik Universitas Paramadina itu meyakini Jokowi tengah memperlihatkan kekuasaan yang masih dipegangnya mampu mempengaruhi kontestasi demokrasi 2024.

"Seakan ingin menyampaikan, 'saya ini masih presiden yang berkuasa dan kekuatan informasi masih saya miliki, jadi percaya dengan apa yang saya pilihkan, percaya pada cawe-cawe saya' kira-kira seperti itu," demikian Hensat menambahkan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya