Berita

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam

Publika

Basis Dukungan Prabowo Kembali Menguat Pasca-Demokrat Bergabung

OLEH: AHMAD KHOIRUL UMAM
SENIN, 18 SEPTEMBER 2023 | 11:39 WIB

BEBERAPA waktu sebelumnya sejumlah elite Demokrat menyampaikan ada preferensi arah dukungan kepada pencapresan Ganjar Pranowo yang dipimpin oleh PDIP. Namun, kunjungan SBY dan AHY ke pertemuan elite Koalisi Indonesia Maju sore kemarin menegaskan Demokrat sudah bulat mendukung pencapresan Prabowo Subianto. Sikap itu tampaknya didorong oleh beberapa hal.

Pertama, masih buntunya komunikasi dua arah antara PDIP dan Partai Demokrat. Demokrat tampak kerepotan  mengakses komunikasi langsung dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang menjadi veto player sekaligus penentu arah gerbong koalisi Ganjar. Konon ada barikade kuat di lingkaran Megawati yang membuat komunikasi politik PDIP kurang fleksibel.

Mungkin saja Megawati belum selesai dengan dirinya ketika menyikapi sejarah konflik politik masa lalu. Kondisi ini tentu berdampak serius pada cara pandang Demokrat yang menghendaki koalisi yang setara dan saling menghormati.


Kedua, berdasarkan data survei pascaberpisahnya Demokrat dari gerbong pencapresan Anies Baswedan, basis pemilih loyal Demokrat lebih banyak mendukung Prabowo ketimbang Ganjar Pranowo. Hal itu menjadi bekal yang baik bagi Demokrat jika sewaktu-waktu memutar haluan dukungannya ke Prabowo, sehingga lebih minim guncangan dan turbulensi dalam mengarahkan pendukungnya.

Ketiga, Demokrat sering menempatkan dirinya pada basis paradigma politik "tengah-moderat", di mana spektrum tengah saat ini diklaim oleh tim Prabowo lebih merepresentasikan posisinya sekarang, di tengah PDIP sebagai pengusung utama Ganjar yang telah mengklaim diri sebagai gerbong Kiri-Progresif dan Anies yang lebih kuat merepresentasikan kekuatan politik Islam. Karena itu, wajar jika Demokrat merasa tidak ada hambatan serius secara ideologis.

Tantangan Demokrat adalah bagaimana meletakkan konsep dan tagline perubahan untuk perbaikan yang mereka usung, agar bisa melebur dengan semangat keberlanjutan yang diusung Koalisi Indonesia Maju yang konon di-back up oleh Presiden Joko Widodo.

Jika Demokrat bisa menjelaskan konsep perubahan dan perbaikan sebagai manifestasi dari konsep change and continuity, maka tidak akan ada kendala memadai dalam upaya Demokrat untuk melebur dengan koalisi  pengusung Prabowo Subianto.

Artinya, di atas kertas, Prabowo kembali mengantongi dukungan besar dengan akumulasi kekuatan kursi parlemen di atas 45 persen. Sedangkan kekuatan partai-partai pendukung Anies sebesar 29 persen dan pengusung Ganjar masih berpuas diri dengan dukungan 25 persen.

Jika mesin politik partai-partai pendukung Prabowo bisa bekerja optimal, maka di atas kertas potensi kemenangannya lebih terbuka. Meskipun demikian, besarnya angka kekuatan koalisi tidak menjamin kemenangan pasangan Capres-Cawapres dalam Pilpres di Indonesia.

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina; Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic)

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya