Berita

Bob Randilawe dalam diskusi Orbit Indonesia bersama XYZ, di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat/Ist

Politik

Terjadi Sejak 98, Intervensi Amerika di Pemilu Makin Halus

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2023 | 20:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Intervensi Amerika Serikat terhadap proses demokrasi di Indonesia nampak nyata hingga hari ini, bahkan di setiap pelaksanaan Pemilu pasca orde baru (Orba). Meski tak lagi terbuka.

Wakil Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN), Bob Randilawe, menyampaikan hal itu dalam diskusi Orbit Indonesia bersama XYZ, bertajuk "Mewaspadai Keterlibatan LSM Amerika, NED dan IRI Mencampuri Pemilu/Pilpres 2024", di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/9).

"Saya membaca banyak dokumen, sejak Indonesia merdeka, sampai 1998, bahkan pasca 1998, bentuk-bentuk intervensi dari negara AS itu banyak sekali," jelas Bob.


Dewan Pakar DPP PA GMNI itu menilai, dari beberapa buku yang dia baca, secara nyata menunjukkan bentuk intervensi Amerika Serikat pada pelaksanaan Pemilu.

"Campur tangan itu saya yakin ada. Hanya, variannya berubah. Kalau dulu mereka pakai instrumen-instrumen yang kelihatan, sekarang, makin ke sini, saya kira makin halus ya," tuturnya.

Dia yakin, pada Pemilu 2024 akan muncul intervensi asing dengan menggunakan berbagai macam cara.

"Saya punya asumsi, di dalam kabinet pemerintahan Jokowi pun indikasi Amerika menanamkan orangnya juga ada," katanya.

"Namanya menanamkan pengaruh, karena ini bicara kepentingan, apalagi dalam Pemilu," pungkas Bob.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya