Berita

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas/Net

Politik

Kisruh Rempang Bukti Pemerintahan Berpihak ke Pengusaha Besar

SABTU, 16 SEPTEMBER 2023 | 23:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kisruh yang terjadi di Rempang, Kepulauan Riau (Kepri) turut disorot Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas. Sosok yang konsen pada masalah ekonomi dan sosial itu menyayangkan adanya penyerobotan tanah masyarakat oleh negara.

"Kasus yang terjadi di Pulau Rempang, Kepri, dan juga dalam kasus-kasus lain yang sudah terjadi sebelumnya seperti di daerah Air Bangis, Pasaman Barat, Sumbar; di Desa Wadas, Jawa Tengah; di Sulawesi; di Halmahera, Maluku Utara dan lain-lain tempat di negeri ini," ujar Abbas kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/9).

Dia menegaskan, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan negara dan pemerintahan di dalamnya untuk membuat kebijakan yang memanfaatkan sumber daya alam (SDA) sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat.


"Apakah itu sudah tercapai? Saya rasa sudah, karena kebijakan tersebut sudah berhasil mengantarkan rakyat untuk hidup sejahtera. Bahkan tidak hanya sekadar sejahtera, tapi sudah sangat-sangat sejahtera. Tetapi yang menjadi pertanyaan rakyat yang mana?" sindirnya.

Abbas menjelaskan, jika dikaitkan dengan dunia usaha yang pendapatannya didominasi kelompok usaha besar yang jumlahnya hanya 0,01 persen atau jumlah pelaku usaha sekitar 5.550 pelaku, kelompok usaha masyarakat masih terbilang terseok-seok.

"Usaha mikro dan ultra mikro yang jumlahnya 98,68 persen dengan jumlah pelaku sekitar 63,4 juta pelaku, mereka tampak masih terseok-seok, bahkan tidak sedikit dari mereka terjerat utang apakah dengan keluarga, tetangga atau teman, koperasi atau bank, rentenir dan pinjol baik yang legal maupun yang ilegal," urainya.

Menurutnya, kalau pemerintah sekarang ini konsisten dan konsekuen dengan amanat yang terdapat dalam konstitusi, maka kebijakannya tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi saja seperti yang banyak terlihat selama ini, tetapi bagaimana pemerintah bisa menciptakan pemerataan ekonomi dalam arti sesungguhnya.

"Agar kesenjangan sosial ekonomi masyarakat kita tidak semakin tajam dan terjal. Di Maluku Utara misalnya, pertumbuhan ekonominya mencapai angka 27 persen," sambungnya menjelaskan.

Pengelolaan ekonomi yang mengesampingkan kesejahteraan mayoritas masyarakat Indonesia tersebut, dipandang Abbas sebagai satu kesalahan tata kelola pemerintahan, dan faktanya juga bisa terlihat dari kasus Rempang.

"Kita lihat rakyat marah seperti yang terjadi sekarang ini di Pulau Rempang, Kepri. Dan celakanya pihak aparat yang tugasnya sebenarnya adalah melindungi rakyat, sekarang mereka malah berubah fungsi menjadi menggebuki dan memukuli rakyat," tuturnya.

"Kasihan sekali kita melihat nasib rakyat kita, yang diperlakukan seperti itu. Oleh karena itu wajar sekali ada pertanyaan, negeri ini akan dibawa ke mana," pungkas Abbas.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya