Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perang Rusia-Ukraina Diramalkan Masih akan Berlangsung hingga Tiga Tahun

RABU, 13 SEPTEMBER 2023 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik militer antara Rusia dan Ukraina diperkirakan masih akan berlangsung dan tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Menurut Ketua Duma Negara Rusia Pyotr Tolstoy, hal itu bisa terjadi karena kuatnya perlawanan Kyiv yang disokong bantuan militer Barat yang sangat besar.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi nasional Rusia yang dirilis Senin (11/9), Tolstoy mengatakan bahwa dia yakin permusuhan antara Moskow dan Kyiv akan berlanjut selama dua hingga tiga tahun ke depan.


“Ini tidak akan cepat. Ada perlawanan serius, musuh tangguh. Kita tidak boleh meremehkan fakta bahwa hampir semua negara memasok senjata dan perlengkapan (ke Kyiv). Ukraina tidak punya apa-apa, mereka hanya berjuang dengan apa yang telah diterimanya,” kata Tolstoy, seperti dimuat RT, Selasa (12/9).

Dia mengakui bahwa konflik tersebut akan berdampak buruk pada Rusia. Namun, Tolstoy berpendapat bahwa Moskow harus terus melakukan kampanye militer agar rakyat Rusia tidak merasa terhina setelah menyaksikan rekan senegaranya dibakar hidup-hidup.

Ia mengacu pada bentrokan mematikan di Odessa, pada Mei 2014, yang mana 42 aktivis dibakar hidup-hidup di gedung serikat pekerja di kota tersebut tak lama setelah kudeta yang didukung Barat di Kyiv.

Sejak dimulainya konflik Ukraina pada Februari 2022, negara-negara Barat telah memberikan bantuan keamanan senilai puluhan miliar dolar kepada Kyiv. Amerika memimpin dengan bantuan sebesar 43 miliar dolar AS.

Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa bantuan ini hanya akan memperpanjang permusuhan dan tidak akan mengubah hasil akhir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya