Berita

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam acara temu ramah pengurus PP JMSI Pusat, Pengda JMSI Sumatera Utara dan Pengcab JMSI Kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Pendopo Khadijah, Komplek Tasbih, Medan, Selasa (12/9)/RMOLSumut

Nusantara

Ketum JMSI: Publisher Right Harus Diiringi Peningkatan Kualitas Produk Jurnalistik

RABU, 13 SEPTEMBER 2023 | 01:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Media massa memiliki kepentingan terhadap publisher rights yang kini sedang digodok untuk diatur dalam bentuk peraturan presiden (perpres).

Begitu dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam acara temu ramah pengurus PP JMSI Pusat, Pengda JMSI Sumatera Utara dan Pengcab JMSI Kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Pendopo Khadijah, Komplek Tasbih, Medan, Selasa (12/9).

Publisher rights merupakan regulasi yang menuntut tanggung jawab platform digital global, seperti Google dan Facebook, untuk memberikan nilai ekonomi atas konten berita yang diproduksi media lokal dan nasional.


Dengan kata lain, media akan mendapatkan semacam royalti atas konten-konten yang disebarluaskan platform digital global.

"Jadi memang kita punya kebutuhan publisher rights," ujar Teguh dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Berkaitan dengan itu, kata Teguh lagi, perusahaan media massa juga dituntut untuk meningkatkan kualitas produknya.

Hal ini, sambungnya, dimulai dari mematuhi aturan terkait pendirian perusahaan media massa, mematuhi aturan berkaitan dengan kode etik jurnalistik yang kesemuanya itu mendukung terciptanya ekosistem pers yang sehat.

"Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni media sustainability, good journalism. Kalau itu kita kerjakan kita pasti dapat publisher right," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya