Berita

Elon Musk/Net

Global

Pakar: Elon Musk Memberikan Dampak Buruk pada Politik Dunia

SENIN, 11 SEPTEMBER 2023 | 14:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kutipan buku biografi Elon Musk yang ditulis  Walter Isaacson mendapat sorotan dari Profesor Igor Eisenberg dari Universitas New York.

Dalam wawancara televisi pada Minggu (10/9), Eisenberg mengatakan, Musk bisa memberikan pengaruh yang buruk dalam politik dunia.

"Dia tidak menyetujui aktivasi layanan Starlink untuk beroperasi di Krimea guna menyerang Armada Laut Hitam Rusia dengan drone Ukraina," katanya, seperti dikutip dari Espreso TV.


Di dalam bukunya, Isaacson mengatakan bahwa Musk mematikan akses Ukraina ke Starlink karena ia takut penyergapan armada angkatan laut Rusia di Krimea dapat memicu respons nuklir dari Kremlin.

"Ukraina menargetkan kapal-kapal Rusia di Sevastopol dengan drone kapal selam yang membawa bahan peledak tetapi mereka kehilangan koneksi ke Starlink, sehingga akhirnya terdampar di darat," tulis Isaacson di dalam buku itu.

SpaceX, di mana Musk adalah pemegang saham terbesarnya, mulai menyediakan ribuan antena satelit Starlink ke Ukraina tak lama setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap tetangganya pada Februari tahun lalu.

Elon Musk telah membantah apa kutipan tersebut dengan mengatakan ia "tidak menonaktifkan apa pun" karena memang belum diaktifkan di wilayah tersebut saat itu. Ia menegaskan lagi bahwa ia "tidak memberikan akses" kepada Kyiv ke jaringan tersebut.

“Jika saya menyetujui permintaan mereka, maka SpaceX akan secara eksplisit terlibat dalam tindakan besar perang dan eskalasi konflik," ujar Musk dalam postingannya di X untuk menjawab kutipan buku Isaacson.

Igor Eisenberg kemudian melanjutkan wawancaranya dengan mengatakan, ia bisa membandingkan sikap Elon Musk dengan kebijakan Trump ketika Trump bertemu dengan Putin di Helsinki yang ia sebut "berusaha menyenangkannya".

Menurutnya, Musk justru memainkan peran yang lebih destruktif.

Bagaimanapun, Trump adalah presidennya, ia memiliki kerangka kerja tertentu di mana ia dapat bertindak. Sementara Musk, tidak punya kepentingan dan kerangka kerja apa pun.

Kecintaan Elon Musk terhadap "diktator seperti Putin" sama seperti yang ditunjukkan Trump, kata Eisenberg. Namun dalam hal ini, Trump sebagai presiden mungkin punya alasan khusus.

"AS sebagai sebuah negara perlu memastikan sikap keduanya," kata Eisenberg. "Peran Musk akan semakin mengganggu, mesti ada kerangka hukum yang membatasi apa yang dia lakukan."

Dengan sikap Musk seperti itu, tentunya ia tidak bisa menjadi presiden AS, menurut Eisenberg, mengacu pada banyaknya kabar yang menyebutkan ada kemungkinan Elon Musk mencalonkan diri pada pemilihan 2024.

“Musk tidak bisa menjadi presiden Amerika, karena dia tidak lahir di Amerika. Kemudian, pengaruhnya terhadap politik Amerika dan dunia serta peristiwa-peristiwa di dunia bisa sangat merusak," kata Eisenberg.

Namun, Eisenberg menyadari bahwa mayoritas Partai Republik selalu menyukai apa yang dilakukan Musk.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya