Berita

KTT G20 di New Delhi, India pada Sabtu, 9 September 2023/Net

Dunia

Di Tengah Perpecahan Perang Ukraina, KTT G20 Adopsi Deklarasi Pemimpin

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

KTT G20 berhasil mengadopsi deklarasi terlepas dari perpecahan negara-negara anggota mengenai perang di Ukraina.

Deklarasi tersebut diadopsi setelah konsensus pada hari pertama KTT G20 di New Delhi, Sabtu (9/9). Deklarasi ini diumumkan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Di balik kerja keras semua tim, kami telah menerima konsensus mengenai Deklarasi KTT Pemimpin G20. Saya mengumumkan penerapan deklarasi ini,” kata Modi kepada para pemimpin, seperti dimuat Reuters.


Konsensus ini mengejutkan karena G20 terpecah belah mengenai perang di Ukraina, di mana sebagian negara-negara Barat mendorong kecaman keras terhadap Rusia dalam Deklarasi Pemimpin, sementara negara-negara Barat lainnya menuntut fokus pada isu-isu ekonomi yang lebih luas.

“Kami menyerukan kepada semua negara untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional termasuk integritas dan kedaulatan wilayah, hukum kemanusiaan internasional, dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas,” kata deklarasi tersebut.

“Kami menyambut baik semua inisiatif relevan dan konstruktif yang mendukung perdamaian komprehensif, adil, dan tahan lama di Ukraina. Penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima,” tambah pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan deklarasi tersebut “idak ada yang bisa dibanggakan. Kyiv menambahkan bahwa kehadiran Ukraina akan memberikan peserta pemahaman yang lebih baik mengenai situasi tersebut.

Namun, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan deklarasi tersebut menunjukkan posisi yang jelas mengenai invasi Rusia ke Ukraina dengan mengatakan bahwa integritas wilayah suatu negara tidak dapat dipertanyakan dengan kekerasan.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan deklarasi tersebut memiliki pernyataan yang sangat tegas mengenai perang ilegal Rusia di Ukraina.

“Saya pikir itu adalah hasil yang bagus dan kuat," ujarnya.

Belum ada reaksi langsung dari Rusia, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov. Dia mengatakan akan memblokir deklarasi akhir tersebut kecuali deklarasi tersebut mencerminkan posisi Moskow terhadap Ukraina dan krisis lainnya.

Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 telah menyebabkan puluhan ribu orang tewas, jutaan orang terpaksa mengungsi, dan menimbulkan gejolak ekonomi di seluruh dunia. Moskow membantah melakukan kekejaman selama konflik, yang disebutnya sebagai “operasi khusus” untuk “demiliterisasi” Ukraina.

Deklarasi tersebut juga menyerukan penerapan inisiatif Laut Hitam untuk mengamankan aliran pasokan gandum, makanan dan pupuk dari Ukraina dan Rusia. Moskow menarik diri dari perjanjian tersebut pada bulan Juli karena apa yang disebutnya kegagalan memenuhi tuntutannya untuk menerapkan perjanjian paralel yang meringankan aturan ekspor pangan dan pupuknya sendiri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya