Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani/Ist

Politik

Desak Dilakukan Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata, PKS: Belajarlah dari Kasus Sebelumnya

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 23:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penggunaan gas air mata yang menyebabkan siswa-siswa sekolah turut menjadi korban saat kepolisian mengamankan unjuk rasa warga di Pulau Rempang Galang, Batam, disorot anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mendesak dilakukan evaluasi terkait manajemen penggunaan gas air mata saat menangani unjuk rasa.

"Apakah SOP penggunaannya tidak mempertimbangkan keberadaan anak-anak dan lingkungan sekolah? Kenapa aparat bisa sembrono begitu hingga asapnya mengenai siswa-siswa sekolah," kata Netty melalui keterangan tertulisnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (9/9).

Netty sangat menyayangkan atas kejadian yang membuat anak-anak terdampak gas air mata yang membahayakan, bahkan bisa berakibat fatal terhadap kesehatan.


"Gas air mata mengakibatkan iritasi kimia yang membuat mata berair, sulit membuka mata, nyeri superfisial seperti sensasi terbakar di mata, reaksi alergi dermatitis kontak pada mata dan pandangan kabur," terangnya.

Atas dasar itu, Netty meminta Kapolri bersikap tegas. Kepolisian, lanjutnya, harus lebih bijak dan lebih cerdas dalam menghadapi massa.

"Belajarlah dari berbagai kasus yang telah terjadi sebelumnya, perbaiki mekanisme penanganan bentrokan," tegasnya.

Netty juga mengingatkan agar proses pembangunan proyek strategis nasional tidak mengorbankan masyarakat. Justru, proyek strategis harus berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.

"Jangan sampai pembangunannya justru mengorbankan masyarakat, institusi pendidikan, dan anak-anak di Batam. Generasi masa depan yang sehat dan berpendidikan jauh lebih penting dari proyek tersebut," tandas Netty.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya