Berita

Elon Musk/Net

Dunia

Tanggapi Kutipan Biografi, Elon Musk: Saya Tidak Memberi Kyiv Akses ke Starlink untuk Cegah Eskalasi

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Miliarder Elon Musk menanggapi pemberitaan yang muncul terkait keterlibatannya dalam serangan Ukraina untuk Rusia.

Dalam postingannya di X ia mengatakan bahwa ia harus mencegah serangan Ukraina terhadap pangkalan Angkatan Laut Rusia pada tahun lalu. Untuk itu ia terpaksa menolak memberikan Kyiv akses ke jaringan komunikasi Starlink miliknya di Krimea untuk menghindari keterlibatan dalam “aksi perang besar”.

Komentarnya muncul setelah sebuah buku menudingnya "mematikan" Starlink untuk menggagalkan serangan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal Rusia.


Buku yang berisi biografi tentang dirinya itu ditulis oleh Walter Isaacson. Di dalam  buku itu, Isaacson menuduh bahwa Musk mematikan akses Ukraina ke Starlink karena ia takut penyergapan armada angkatan laut Rusia di Krimea dapat memicu respons nuklir dari Kremlin.

Ukraina menargetkan kapal-kapal Rusia di Sevastopol dengan drone kapal selam yang membawa bahan peledak tetapi mereka kehilangan koneksi ke Starlink dan “terdampar di darat tanpa membahayakan”, tulis Isaacson.

Terminal Starlink terhubung ke satelit SpaceX di orbit dan sangat penting untuk menjaga konektivitas internet dan komunikasi di Ukraina karena konflik telah mengganggu infrastruktur negara tersebut.

SpaceX, di mana Musk adalah pemegang saham terbesarnya, mulai menyediakan ribuan antena satelit Starlink ke Ukraina tak lama setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap tetangganya pada Februari tahun lalu.

Menanggapi klaim buku tersebut, Musk mengatakan dalam postingannya di X bahwa SpaceX "tidak menonaktifkan apa pun" karena memang belum diaktifkan di wilayah tersebut saat itu. Ia menegaskan lagi bahwa ia "tidak memberikan akses" kepada Kyiv ke jaringan tersebut.

“Ada permintaan darurat dari otoritas pemerintah untuk mengaktifkan Starlink sampai ke Sevastopol. Tujuan yang jelas adalah untuk menenggelamkan sebagian besar armada Rusia yang sedang berlabuh,” katanya.

“Jika saya menyetujui permintaan mereka, maka SpaceX akan secara eksplisit terlibat dalam tindakan besar perang dan eskalasi konflik," tambahnya.

Di masa lalu, Musk pernah mengatakan bahwa meskipun sistem tersebut telah menjadi tulang punggung konektivitas Ukraina, ia tetap tidak menginginkan  Starlink digunakan untuk serangan drone jarak jauh.

Tak ingin disalahkan, Musk kemudian menegaskan kembali hal tersebut kepada Isaacson.

"Bagaimana posisi saya dalam perang ini? Jelas, Starlink tidak dimaksudkan untuk terlibat dalam perang. Itu agar orang-orang dapat menonton Netflix dan bersantai serta online untuk sekolah dan melakukan hal-hal baik yang bersifat damai, bukan serangan drone," tegasnya.

Dmitry Medvedev, mantan perdana menteri Rusia, menanggapi buku itu dengan postingannya: "Jika apa yang ditulis Isaacson dalam bukunya benar, maka sepertinya Musk adalah orang terakhir yang mampu berpikir di Amerika Utara."

Dia juga menyampaikan pendapat pribadinya, menyerukan gencatan senjata. Menurutnya, warga Ukraina dan Rusia berperang hanya untuk mendapatkan dan kehilangan sebidang tanah kecil,  dan hal ini tidak sebanding dengan nyawa mereka.

Dia memicu kemarahan tahun lalu ketika dia mengusulkan rencana untuk mengakhiri perang yang menyarankan dunia secara resmi mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia dan meminta penduduk di wilayah yang direbut oleh Rusia tahun lalu untuk memilih negara mana yang mereka inginkan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya