Berita

Ilustrasi/Net

Global

Polisi Rwanda Tangkap Pembunuh Berantai, Jasad Korban Dikubur di Dapur

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2023 | 14:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Rwanda menangkap seorang tersangka pembunuh berantai setelah menemukan lebih dari 10 mayat di sebuah lubang yang digali di dapur rumahnya di Kigali.

Petugas keamanan mengatakan pada Rabu (7/9), tersangka yang berusia 34 tahun bertemu dengan korbannya baik pria maupun wanita di bar dan membujuk mereka ke rumah kontrakannya di pinggiran ibu kota Rwanda.

“Dia beroperasi dengan memikat korbannya, kebanyakan pelacur, ke rumahnya, di mana dia mencuri ponsel dan barang-barang pribadi lainnya sebelum mencekik mereka dan mengubur mereka di lubang yang digali di dapurnya,” kata Juru Bicara Biro Investigasi Rwanda (RIB) Thierry Murangira, seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/9).


Media Rwanda mengklaim bahwa lebih dari 10 jenazah telah ditemukan dan sebuah sumber di RIB mengatakan kepada AFP, tanpa menyebut nama, bahwa sejauh ini sudah ada 14 korban yang telah dihitung.

Murangira yang dihubungi oleh AFP, menolak untuk mengkonfirmasi angka tersebut, dan mengatakan bahwa jumlah akhir (korban) akan ditentukan melalui penyelidikan forensik.

Ia mengungkap fakta lain mengenai tersangka, yang ternyata pernah ditangkap pada  Juli karena dugaan pemerkosaan dan perampokan, namun dibebaskan dengan jaminan karena kurangnya bukti.

Penyelidikan berlanjut dan selama penggeledahan di rumahnya, mayat-mayat itu ditemukan di lubang dapur.

"Tersangka mengaku belajar membunuh dengan menonton (video tentang) pembunuh berantai yang dikenal. Dia melarutkan beberapa korbannya dengan asam," tambah sumber RIB yang tidak disebutkan namanya.

“Dia mempelajari para korbannya sebelum membujuk mereka (ke rumahnya) dan lebih memilih mereka yang kemungkinan besar tidak memiliki keluarga atau teman dekat yang khawatir dengan hilangnya mereka," tambah sumber itu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya