Berita

Elon Musk/Net

Global

Elon Musk Dituding Pernah Matikan Sinyal Starlink dan Gagalkan Serangan Drone Ukraina ke Krimea

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2023 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gagalnya serangan Ukraina ke Krimea ternyata tidak lepas dari campur tangan miliarder Amerika Serikat, Elon Musk.

CNN pada Kamis (8/9) melaporkan dengan mengambil kutipan dari  buku Walter Isaacson tentang biografi pendiri SpaceX dan Tesla yang segera terbit, bahwa Musk diam-diam menginstruksikan para insinyurnya untuk mematikan komunikasi satelit Starlink ketika drone Ukraina mendekati pantai Krimea.

"Mereka akhirnya kehilangan konektivitas dan terdampar di pantai tanpa membahayakan,” kata Isaacson dalam bukunya yang dijadwalkan terbit minggu depan.


Langkah itu diambil Musk karena khawatir Rusia mungkin menggunakan senjata nuklir sebagai reaksi terhadap apa yang digambarkan sebagai “mini- Pearl Harbor.”

Menteri Transformasi Digital Ukraina Mikhail Fedorov kemudian memohon kepada Musk untuk mengaktifkan kembali sinyal melalui pesan teks, menguraikan kemampuan drone laut. Musk mengatakan tidak, dan menjelaskan bahwa Ukraina bertindak terlalu jauh dan mengundang kekalahan strategis dengan menyerang Krimea.

Serangan pesawat tak berawak yang gagal pertama kali dilaporkan oleh New York Times pada bulan Juli, namun tidak mencakup rincian pertukaran dengan Fedorov.

SpaceX telah menyumbangkan lebih dari 20.000 terminal Starlink ke Kyiv sejak Februari 2022, dengan tujuan menyediakan akses internet dan komunikasi kepada warga sipil. Namun, sistem tersebut langsung digunakan sebagai senjata, sehingga Musk harus menjelaskan kepada Moskow dan Washington.

“Bagaimana kabarku dalam perang ini?” tulis Isaacson mengutip perkataan Musk dalam salah satu percakapan mereka.

“Starlink tidak dimaksudkan untuk terlibat dalam perang. Hal ini dilakukan agar orang-orang dapat menonton Netflix dan bersantai serta online ke sekolah dan melakukan hal-hal baik yang damai, bukan serangan drone," ujarnya.

Menyusul upaya serangan terhadap Krimea, Musk mengatakan kepada Pentagon bahwa Starlink tidak akan terus menyumbangkan layanannya ke Ukraina. Ketika hal ini dibocorkan ke CNN, pemilik X itu secara terbuka mengubah kebijakannya dan menulis di akunnya bahwa “kami akan terus mendanai pemerintah Ukraina secara gratis.”

“Pentagon telah menyiapkan cek senilai 145 juta dolar AS untuk saya,” kata Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, kepada Isaacson.

“Kemudian Elon menyerah pada omong kosong di Twitter dan para haters di Pentagon yang membocorkan cerita tersebut," katanya.

SpaceX akhirnya membuat Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa membayar 100.000 antena parabola lagi untuk Ukraina pada awal tahun 2023, menurut biografi tersebut.

Musk sejak itu mengatakan bahwa SpaceX tidak akan membiarkan eskalasi konflik yang dapat menyebabkan Perang Dunia III, termasuk penggunaan Starlink untuk serangan drone jarak jauh.

Musk tidak bereaksi terhadap cerita CNN sampai pada hari berikutnya, ketika dia memposting di X untuk mengklarifikasi apa yang terjadi.

“SpaceX tidak menonaktifkan apa pun,” kata Musk.

"Ukraina telah meminta aktivasi sinyal Starlink sampai ke Sevastopol. Tujuan yang jelas adalah untuk menenggelamkan sebagian besar armada Rusia yang sedang berlabuh,” jelasnya.

“Jika saya menyetujui permintaan mereka, maka SpaceX akan secara eksplisit terlibat dalam tindakan besar perang dan eskalasi konflik," ujarnya.

Isaacson adalah mantan editor TIME, profesor sejarah di Universitas Tulane, dan penulis biografi Benjamin Franklin, Albert Einstein, Henry Kissinger dan Steve Jobs.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya