Berita

Kotak suara/Net

Publika

Dinamika Bacawapres

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2023 | 07:18 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

MAJU jadwal masa pendaftaran bacapres dan bacawapres dari 19 Oktober hingga 25 November 2023 menjadi 10 hingga 16 Oktober 2023 mempunyai konsekuensi terhadap percepatan perbaikan pengajuan pasangan kontestan.

Pertanyaan yang muncul pertama adalah apakah akan ada penambahan bacapres. Kedua, apa yang menentukan konstruksi bongkar pasang koalisi dalam mencalonkan bacapres dan bacawapres.

Ambang batas parlemen 4 persen telah menyeleksi dari 16 parpol menjadi 9 parpol yang lolos parlemen tahun 2019. Kesembilan parpol tersebut dari terbesar ke terkecil adalah PDI Perjuangan 128 kursi, Golkar 85 kursi, Gerindra 78 kursi, Nasdem 59 kursi, PKB 58 kursi, Demokrat 54 kursi, PKS 50 kursi, PAN 44 kursi, dan PPP 19 kursi.


Sampai hari ini, PDI Perjuangan tercatat belum berkoalisi dengan satu pun parpol pemenang pemilu 2019 dalam mendukung Ganjar Pranowo, yang berarti jumlah kursi di parlemen masih 128.

Prabowo Subianto didukung oleh Gerindra, Golkar, dan PAN, sehingga jumlah kursi di parlemen sebanyak 207 kursi. Anies Rasyid Baswedan didukung oleh Nasdem, PKB, dan PKS, dimana jumlah kursi sebanyak 167. Sisanya yang belum mengambil keputusan adalah Demokrat dan PPP dengan jumlah kursi sebanyak 73 (12,7 persen).

Artinya, ambang batas pengusulan bacapres dan bawapres sebanyak 20 persen dari jumlah kursi DPR hasil pileg 2019 mempunyai konsekuensi bahwa mustahil ada penambahan pasangan bacapres dan bacawapres yang baru. Juga tidak mungkin Demokrat dan PPP tidak bergabung untuk mendukung salah satu dari bacapres, yang sudah mengumumkan pencapresan.

Implikasinya adalah potensi prioritas pemenang capres di atas kertas secara perhitungan peluang statistika adalah Prabowo Subianto sebanyak 207 kursi, Anies Rasyid Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar dengan jumlah kursi 167, dan terakhir Ganjar Pranowo sebanyak 128 kursi.

Artinya, sekalipun PDI Perjuangan menggunakan tongkat komando Soekarno sebagai simbolik kampanye dan Muhaimin Iskandar menggunakan strategi kombinasi antara petunjuk langitan, ikon Gus Dur, dan penawaran hiperbola menggratiskan BBM untuk sepeda motor, namun kemungkinan Demokrat dan PPP berpeluang lebih besar ikut masuk koalisi menang pilpres, apabila bergabung dengan Gerindra, Golkar, dan PAN dalam mendukung Prabowo Subianto.

Itu dibandingkan mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, terlebih kepada Ganjar Pranowo, karena masalah psikologis membangun peningkatan citra parpol dan rekam jejak di masa yang lalu.

Potensi konstruksi pilpres mungkin hanya dapat berubah menjadi satu putaran, apabila Megawati Soekarnoputri memutuskan, agar Ganjar Pranowo dijadikan sebagai bacawapres Prabowo Subianto. Sehubungan Muhaimin Iskandar dijadikan sebagai saksi Tipikor oleh KPK, maka secara implisit, arus dukungan teralirkan ke Prabowo Subianto.

Penulis adalah peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), yang juga pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya