Berita

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono/Ist

Politik

Dewan Pakar Gerindra: Pendamping Prabowo Harus Ngerti Ekonomi

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2023 | 20:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pembenahan ekonomi nasional ke depan menjadi fokus Bakal Capres Prabowo Subianto. Hal tersebut turut menjadi kriteria dari sosok bakal pendamping Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam Pilpres 2024.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menyebut bakal cawapres Prabowo harus orang yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi.

"Walaupun Pak Prabowo mengerti baik ekonomi makro maupun mikro, tapi wakilnya juga harus mengerti ekonomi dan memiliki kemampuan manajerial yang baik," kata Bambang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/9).


"Bisa ekonom (pendamping Prabowo), karena ekonomi jadi masalah utama saat ini," tambahnya.

Anggota Komisi V DPR RI Periode 2014-2019 itu menilai bahwa selain memiliki popularitas, bacawapres Prabowo diutamakan memiliki kapabilitas dan kompetensi.

Caleg Gerindra Dapil Jatim I ini juga menginginkan agar figur tersebut memiliki pengalaman memimpin yang baik.

"Dia harus kompeten dan memiliki kapabilitas, memiliki pengalaman memimpin di daerah atau lembaga, atau juga pernah menjadi anggota legislatif," terangnya.

Dengan kriteria seperti itu, Menko Perekonomian RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berpeluang besar menjadi pendamping Prabowo. Begitu juga calon yang diusung PAN selaku mitra di Koalisi Indonesia Maju (KIM), yakni Menteri BUMN Erick Thohir.

Kendati demikian, BHS akrab disapa tidak menyebut siapa nama calon pendamping Prabowo yang sudah mengerucut.

"Dari orang-orang yang sudah ada dalam bursa (cawapres) dan tidak menutup kemungkinan orang yang berada di luar itu, yang pasti semua akan ditentukan oleh Pak Prabowo bersama ketua umum partai koalisi," jelasnya.

"Intinya Pak Prabowo ingin seorang wakil yang tidak hanya dipasangkan saja tapi juga orang yang bekerja keras untuk kemakmuran rakyat," pungkas BHS.  

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya