Berita

(dari kiri) Politisi PDIP, Masinton Pasaribu; Ketua Korps PMII Putri UBK, Alda Zelfiana; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman; dan peneliti Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Siti Zuhro/RMOL

Politik

Hensat: Peran Perempuan di Pentas Politik Nasional Penting untuk Perubahan

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2023 | 20:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Amanat Undang-undang Pemilu terkait keterwakilan perempuan minimal 30 persen dinilai belum maksimal dalam perhelatan Pemilu 2024.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Korps PMII Putri UBK, Alda Zelfiana dalam orasi kebangsaan saat diskusi bertajuk “Anies-Muhaimin Deklarasi, Selanjutnya Siapa Lagi?” di Jakarta, Kamis (7/9).

Alda menegaskan, sistem pemilu terbuka yang saat ini diterapkan sudah tepat dan patut didukung. Namun melihat realitas di lapangan, keterwakilan perempuan masih harus tetap diperjuangkan.


Sementara dalam diskusi yang sama, analisis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut tokoh perempuan dalam Pemilu 2024 penting karena membawa manfaat bagi dunia politik nasional.

Terlebih keterwakilan perempuan melalui kuota caleg telah diatur oleh undang-undang.

Hensat pun mengapresiasi orasi kebangsaan aktivis perempuan PMII yang terus menggaungkan pentingnya keterlibatan perempuan di pentas politik nasional.

“Suara mahasiswa sebagai agen perubahan amat dibutuhkan bagi bangsa ini. Kritikan yang diajukan mahasiswa menjadi vitamin bagi langkah republik ini ke depan,” kata Hensat, sapaan Hendri Satrio.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir sejumlah narasumber lain, di antaranya politisi PDIP, Masinton Pasaribu; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman; dan pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Siti Zuhro.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya