Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Sita Satu Juta Barel Minyak yang Diduga Diselundupkan Iran ke China

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2023 | 19:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Sserikat menyita hampir satu juta barel minyak yang diduga diselundupkan oleh Iran ke China pada awal tahun ini.

Sebuah catatan pengadilan yang baru dirilis pada Kamis (7/9) menunjukkan AS menyita M/T Suez Rajam pada awal tahun ini. Penyitaan ini menyusul upaya serupa yang dilakukan Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk menyita kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Sejak penyitaan pertama pada musim semi ini, Rajan telah berada di lepas pantai Texas. Iran telah mengancam akan meminta pertanggungjawaban Washington jika kargo tersebut diturunkan, dan tidak ada perusahaan AS yang setuju untuk menurunkan barel tersebut karena takut akan pembalasan dari Teheran.


Pada akhirnya, perusahaan Yunani yang mengelola Rajan, Empire Navigation, mengirimkan kapal lain untuk menyelesaikan proses pembongkaran.

Departemen Kehakiman AS memilih untuk bungkam mengenai operasi tersebut sampai seluruh minyak diturunkan dari kapal.

“Mengingat sifat muatan, sensitivitas tindakan ini, dan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mengangkut muatan tersebut ke Amerika Serikat, terungkapnya tindakan ini kemungkinan besar akan menimbulkan risiko keamanan bagi para terdakwa, pemerintah, dan juga sebagai kapal dan awaknya," tulis Departemen Kahakiman AS.

Empire Navigation kini telah mengaku bersalah atas penyelundupan minyak mentah Iran yang dikenai sanksi, dan didenda 2,4 juta dolar AS. Perusahaan juga menghadapi masa percobaan tiga tahun.

Selat Hormuz tetap menjadi wilayah yang sangat kontroversial antara Angkatan Laut AS dan pasukan Iran. Iran mengklaim telah melakukan "pencegatan" terhadap kapal Angkatan Laut AS pada akhir Agustus, namun AS mengatakan tidak ada insiden seperti itu yang terjadi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya