Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ekspor Menurun, Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan Meningkat pada Kuartal Kedua

SELASA, 05 SEPTEMBER 2023 | 10:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun terjadi penurunan ekspor, perekonomian Korea Selatan tumbuh sedikit lebih cepat pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Menurut data Bank of Korea (BOK) yang diterbitkan Selasa (5/9), produk domestik bruto (PDB) riil negara tersebut - yang merupakan ukuran utama pertumbuhan ekonomi - meningkat 0,6 persen secara kuartalan pada periode April-Juni, sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

"Ekspansi kuartal kedua ini lebih tinggi dibandingkan ekspansi 0,3 persen pada kuartal pertama," menurut laporan tersebut, seperti dimuat Yonhap.


Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia ini telah berada pada tahap pemulihan sejak mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen pada kuartal keempat tahun lalu.

Secara tahunan, perekonomian Korea Selatan tumbuh 0,9 persen pada kuartal kedua, sama dengan kenaikan tahunan pada kuartal pertama.

Bank sentral mengatakan ekspansi pada kuartal kedua terjadi karena impor turun lebih cepat dibandingkan ekspor.

Sementara itu, ekspor Korea Selatan tercatat mengalami penurunan sebesar 0,9 persen pada periode April-Juni, berbalik dari kenaikan sebesar 4,5 persen pada kuartal sebelumnya.

Impor dilaporkan anjlok 3,7 persen selama kuartal tersebut.

Menurut data, ekspor Korea Selatan turun selama 11 bulan berturut-turut pada bulan Agustus terutama karena lemahnya permintaan semikonduktor dan produk minyak bumi, namun negara tersebut melaporkan surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut.

Ekspor terus mengalami penurunan sejak Oktober tahun lalu di tengah pengetatan moneter yang agresif oleh negara-negara besar untuk mengendalikan inflasi yang tinggi dan perlambatan ekonomi. Ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 2020 ekspor mengalami penurunan selama 11 bulan berturut-turut.

Belanja swasta tercatat turun 0,1 persen pada kuartal kedua, dibandingkan kenaikan 0,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Belanja pemerintah juga turun 2,1 persen pada kuartal kedua, sementara investasi fasilitas meningkat 0,5 persen, menurut data bank sentral.

Perekonomian Korea Selatan menghadapi ketidakpastian yang semakin besar di dalam dan luar negeri di tengah kekhawatiran bahwa pengetatan moneter yang agresif di negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, dapat memicu kemerosotan ekonomi global.

Bulan lalu, bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 1,4 persen namun mengatakan bahwa ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi China dan dampak domestiknya, pertumbuhan di negara-negara besar dan waktu pemulihan di sektor teknologi informasi dinilai tinggi.

Selain itu, bank sentral juga mempertahankan suku bunga utamanya pada angka 3,5 persen untuk kelima kalinya berturut-turut pada bulan lalu setelah mempertimbangkan perlambatan pertumbuhan di tengah moderasi inflasi.

Pembekuan suku bunga terjadi setelah BOK menaikkan suku bunga tujuh kali berturut-turut dari April 2022 hingga Januari 2023.

Tahun lalu, perekonomian Korea Selatan tumbuh 2,6 persen, melambat dari kenaikan 4,3 persen pada tahun sebelumnya di tengah pengetatan moneter yang agresif di dalam dan luar negeri.

Pertumbuhan pada tahun 2022 menandai laju paling lambat sejak tahun 2020, ketika perekonomian mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen di tengah dampak pandemi virus corona.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya