Berita

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, bersama Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

Andai Terwujud, Kolaborasi Demokrat-PDIP akan Jadi Sejarah Politik Indonesia

SELASA, 05 SEPTEMBER 2023 | 00:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Potensi kolaborasi antara Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan mulai terbuka. Mengingat, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah beberapa kali bertemu dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Apalagi kini Demokrat berstatus "jomblo", usai melepas dukungan terhadap Anies Baswedan dan meninggalkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.  

"Partai Demokrat berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menyumbangkan ide-ide dan solusi-solusi yang baik untuk kepentingan rakyat dan negara," ujar Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Nanat Najmul Ma’arif, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (4/9).


Menurut Nanat, salah satu aspek yang menarik dalam perjalanan politik Partai Demokrat adalah membuka ruang untuk potensi kolaborasi dengan PDI Perjuangan. Pasalnya, selama 22 tahun berdiri, Partai Demokrat belum pernah sekalipun bersatu secara formal dengan PDIP dalam mendukung Calon Pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Ditambahkan Nanat, kemungkinan bersatunya Partai Demokrat dengan PDIP akan menjadi sebuah momentum sekaligus langkah progresif dalam sejarah demokrasi Indonesia.

"Potensi ini menemukan titik terang, dengan ditandainya beberapa kali pertemuan antara Ketua Umum AHY dan Ketua PDI Perjuangan, Puan Maharani yang telah menarik perhatian publik," tuturnya.

Kemungkinan bersatunya dua partai tersebut dianggap sebagai lompatan kuantum sejarah demokrasi di Indonesia yang bisa menggerakkan demokrasi ke arah yang lebih baik.

"Bagi kami sebagai kader muda, sangat menyambut baik perkawinan itu terjadi baik sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden (Ganjar-AHY) ataupun sebagai koalisi pengusung," ungkapnya.

"Terjadinya potensi kolaborasi ini dapat menjadikan Demokrat (AHY) untuk mengambil peran sebagai ice breaker atau pemecah kebuntuan komunikasi yang selama ini tidak terajut dengan baik antara kedua partai," tegasnya.

Segala perubahan dan persiapan yang dilakukan Partai Demokrat, akan membuka pintu dialog dan kerjasama yang konstruktif dengan berbagai pihak. Bahkan, keputusan keluar koalisi dan berhenti mendukung Anies Baswedan akan menjadi sorotan utama dalam politik Indonesia serta dapat membentuk kembali dinamika peta politik menjelang pemilihan mendatang.

"Dengan semangat pembaruan, Partai Demokrat siap untuk menjalani tantangan baru dan berkontribusi positif untuk kemajuan demokrasi Indonesia," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya