Berita

Loading batu bara milik PT RMK kembali beraksi setelah disegel oleh DLHK dan DPRD Sumsel/Ist

Nusantara

Disepelekan, DPRD Sumsel Ancam Tutup PT RMK Energy

SENIN, 04 SEPTEMBER 2023 | 20:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, RA Anita Noeringhati mengungkapkan kekecewaannya terhadap PT Royaltama Mulia Kencana (RMK) Energy atas ketidakpeduliannya terhadap lingkungan sekitar wilayah operasinya.

Pelanggaran demi pelanggaran di bidang lingkungan kerap dilakukan PT RMK Energy setiap tahunnya hingga akhirnya merugikan masyarakat sekitar.

"RMK dari dulu memang bandel, mungkin merasa orang hebat dan provinsi ini tidak punya kewenangan memberikan sanksi. Sehingga, kesalahan-kesalahan itu selalu dilakukan dan selalu berulang," kata Anita dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Senin (4/9).


Kekesalan Anita itu disampaikan di hadapan seluruh perwakilan perusahaan batubara di Sumsel dalam kegiatan reses Anggota DPRD Sumsel Dapil I Kota Palembang tahap II di aula Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel.

Menurutnya, masalah yang ditimbulkan PT RMK Energy sudah terjadi sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Komisi IV. Hingga kini dirinya menjadi Ketua DPRD Sumsel.

Permasalahan polusi udara hingga menyebabkan masyarakat terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terus berulang. Seperti yang dialami warga Selat Punai, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang.

"Beberapa kali kami menerima demo dari masyarakat yang terdampak. Ternyata tahun ini masih juga terjadi," katanya.

Puncak kekecewaannya yakni saat perusahaan meminta mediasi dengan Polda Sumsel. Padahal sebelumnya mereka meminta mediasi dengan komisi IV DPRD Sumsel.

"PT RMK tidak menganggap DPRD. Mereka minta dimediasi oleh kepolisian. Itu menjadi catatan saya sebagai Ketua DPRD. Perlu diingat, DPRD ini adalah lembaga representasi masyarakat," bebernya.

"Saya sebagai Ketua DPRD terus terang saya tersinggung, mereka mengadu ke kita, RMK malah minta mediasinya ke polisi, kita dianggap apa, apa merasa hebat RMK," tegasnya.

Padahal, DPRD Sumsel sudah berupaya untuk menahan masyarakat agar tidak berbuat anarkis. Namun, malah disepelekan perusahaan. Anita mengatakan, pihaknya sedang mengusulkan penutupan operasional PT RMK Energi Ke Kementerian LHK.

“DPRD dianggap tidak penting mungkin dianggap tidak ada kekuatan, ya kita coba saja, saya bukan mengancam. Namun, ini sudah berulang kali RMK itu tidak ada perbaikan," ucapnya.

Selain RMK Energy, ada juga beberapa perusahaan batubara lain yang juga ikut dilaporkan lantaran telah melakukan berbagai pelanggaran di bidang lingkungan.

Dia meminta kepada seluruh perusahaan batubara agar selalu memperhatikan kelestarian lingkungan dalam kegiatan operasinya. Terlebih saat ini sedang musim kemarau. Sehingga, debu yang dihasilkan dari aktivitas bongkar muat batubara baik itu di dermaga maupun yang ada di tambang juga cukup tinggi.

"Saya minta seluruh perusahaan batubara untuk memperhatikan kegiatan operasinya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, Hendriansyah menyebutkan, produksi batubara Sumsel tahun ini ditargetkan bisa mencapai 100 juta ton dari sebelumnya sekitar 50 juta ton. Peningkatan produksi itu, kata Hendriansyah, tentunya berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

'Sebagian pengangkutan tidak hanya menggunakan jalan khusus, kereta api, tapi juga jalan umum," tandasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya