Berita

Menteri Luar Negeri China Wang Yi/Net

Global

Ungkap Adanya Tangan Hitam, China Minta Asia Tenggara Tidak Mengikuti Langkah Ukraina

SENIN, 04 SEPTEMBER 2023 | 14:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China telah memperingatkan negara-negara Asia Tenggara agar selalu waspada dan membentengi diri agar tidak mudah dimanfaatkan kekuatan asing untuk menghindari terulangnya tragedi perang di Ukraina.

Berbicara pada Sabtu (2/9) di Jakarta, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negara-negara Asia Tenggara harus menghindari mengikuti jejak Ukraina dan berhati-hati agar tidak dijadikan pion geopolitik oleh kekuatan asing yang menyebarkan perselisihan di kawasan demi keuntungan.

“Krisis di Ukraina telah memberikan peringatan bagi umat manusia, dan tragedi serupa tidak boleh terjadi di Asia,” kata Wang, pada konferensi lembaga pemikir yang diselenggarakan oleh Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia, seperti dikutip dari RT, Senin (4/9).


“Kita harus meningkatkan keamanan regional melalui dialog dan kerja sama dan menentang upaya mencapai keamanan absolut dengan mengorbankan negara lain," katanya.

Wang memperingatkan adanya “manipulator di belakang panggung” – yang tampaknya mengacu pada AS – yang mengobarkan api kontroversi mengenai sengketa wilayah Laut Cina Selatan.

“Tangan hitam yang bersembunyi di balik layar ini harus diungkap,” ujarnya.

“Tiongkok selalu bersedia bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk menyelesaikan perbedaan dengan baik melalui dialog dan mencari cara efektif untuk mengendalikan situasi maritim," lanjut Wang.

Hubungan China-AS telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir di tengah konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya ketegangan atas dugaan campur tangan Washington di Taiwan.

Ini terjadi di tengah upaya Pentagon menjalin hubungan pertahanan yang lebih erat dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk empat negara di kawasan yang memiliki sengketa wilayah dengan China.

Filipina, misalnya, pada awal tahun ini menyetujui untuk mengizinkan pasukan AS menggunakan empat pangkalan tambahan di negara tersebut, yang memicu peringatan dari para pejabat China bahwa Manila mengikat dirinya pada "kereta perselisihan geopolitik.”

Wang dalam pidato virtualnya memperkirakan upaya asing untuk memicu konflik di Laut Cina Selatan tidak akan berhasil.

"China dan negara-negara tetangganya harus bekerja sama untuk menjaga perdamaian yang telah dicapai dengan susah payah di kawasan dengan mengelola perbedaan mereka dengan baik," katanya.

“Kita harus meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan menentang permainan zero-sum, menjauhkan kawasan ini dari perhitungan geopolitik, dan tidak menjadi pion dalam persaingan negara-negara besar,” lanjut Wang.

Sejauh ini para pejabat China telah berulang kali menuduh Washington menerapkan 'mentalitas zero-sum” dalam upayanya mempertahankan kekuasaan hegemonik di dunia.

Beijing dan Washington juga berulang kali saling menuduh melakukan berbagai provokasi militer di Laut Cina Selatan, Selat Taiwan, dan tempat lain di kawasan ini.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya