Berita

Ganjar Pranowo dengan Khofifah Indar Parawansa dalam satu kesempatan/Net

Politik

Barnas GP: Khofifah Layak Dampingi Ganjar

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2023 | 22:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebagai salah satu organ relawan yang telah resmi diverifikasi partai, Barisan Nasional Ganjar Pranowo (Barnas GP) mendorong dan berharap agar PDI Perjuangan memilih Khofifah Indar Parawansa untuk mendampingi Ganjar di Pilpres 2024.

Begitu harapan yang disampaikan Ketua Umum (Ketum) Barnas GP, Luhut Parlinggoman Siahaan. Dia menilai, Khofifah yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Timur merupakan sosok yang tepat karena memiliki pengalaman mumpuni, serta memiliki basis massa yang jelas. Sehingga jika terwujud akan menyempurnakan kemenangan Ganjar.

"Jatim dengan jumlah penduduknya yang besar dapat menjadi lumbung suara meraih kemenangan," ujar Luhut dalam keterangannya, Minggu (3/9).


Apalagi kata Luhut, Khofifah juga menjabat salah satu Ketua di PBNU yang memiliki basis suara dengan militansi tinggi. Di mana, akan selalu siap untuk memenangkan dan memajukan kadernya.

Selain itu, Khofifah juga dianggap merupakan tokoh yang telah malang melintang dalam dunia politik. Beberapa dekade lalu kata Luhut, nama Khofifah sudah melejit menjadi menteri termuda ketika dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masuk di kabinet pada 1999.

Kemudian ungkap Luhut, Khofifah dan PDIP juga memiliki fakta historis yang menarik. Pernah menjadi menteri pada saat Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden.

"Walau sempat digadang menjadi cawapresnya Anies Baswedan, saya berkeyakinan jika ditawari menjadi cawapres, Khofifah pasti memilih berlabuh ke Ganjar Pranowo. Saya pikir memilih Khofifah menjadi pendamping Ganjar merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan," pungkas Luhut.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya