Berita

Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg/Net

Dunia

Uni Eropa Diminta Berhati-hati Menerima Ukraina sebagai Anggota

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa diminta untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk memasukkan Ukraina sebagai anggota.

Peringatan datang dari Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg selama wawancaranya di podcast Rahasia UE Politico, Jumat (1/2).

UE, katanya, tidak bisa memprioritaskan masuknya Ukraina ke dalam blok tersebut sambil mengabaikan kandidat-kandidat lain yang sudah lama ada.


Schallenberg mengatakan bahwa meskipun dirinya yakin Ukraina dan negara tetangganya Moldova termasuk dalam “keluarga Eropa,” UE harus mempertimbangkan dengan hati-hati kebijakan perluasannya.

“Kita tidak bisa membiarkan Ukraina berada di jalur cepat dan negara-negara lain berada di jalur layanan. Itu akan menjadi bencana geostrategis,” katanya, seperti dikutip dari RT, Sabtu (2/9).

Merujuk pada novel dystopian 'Animal Farm' karya George Orwell, Schallenberg menekankan bahwa UE harus menghindari sistem yang membuat beberapa negara lebih setara dibandingkan negara lain.

Ia mencatat bahwa UE telah menjanjikan keanggotaan di negara-negara Balkan Barat sekitar 20 tahun yang lalu, namun gagal memenuhi janji tersebut.

Ukraina mendeklarasikan aspirasinya untuk bergabung dengan UE sebagai tujuan strategis nasional beberapa tahun lalu, namun baru secara resmi mengajukan keanggotaan pada akhir Februari 2022, beberapa hari setelah Rusia melancarkan kampanye militernya di negara tersebut.

Moldova mengikuti Ukraina beberapa hari kemudian. Kyiv dan Chisinau diberikan status kandidat UE pada bulan Juni tahun yang sama.

Namun, para pejabat Uni Eropa menolak menetapkan tenggat waktu khusus untuk Ukraina, dengan mengatakan bahwa Ukraina harus mengatasi masalah-masalah seperti korupsi yang merajalela serta melakukan reformasi hukum yang komprehensif.

Sementara permohonan Moldova untuk menjadi anggota diperumit oleh masalah yang belum terselesaikan mengenai republik Transnistria yang memisahkan diri.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya