Berita

Mohamed Al-Fayed/Net

Sepak Bola

Mantan Pemilik Fulham FC Mohamed Al-Fayed Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berita duka datang dari miliarder kelahiran Mesir Mohamed Al-Fayed. Ia meninggal dunia pada usia 94 tahun. Menurut keterangan yang dirilis keluarga pada Jumat (1/9), almarhum meninggal dunia di London pada Rabu (30/8) waktu setempat.

“Nyonya Mohamed Al-Fayed, anak dan cucunya mengabarkan bahwa suami tercinta, ayah dan kakek mereka; Mohamed, telah meninggal dunia dengan damai di usia tua pada Rabu 30 Agustus 2023,” demikian pernyataan keluarga, seperti dikutip dari The National, Sabtu (2/9).

“Dia menikmati masa pensiun yang panjang dan memuaskan dengan dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya. Keluarga meminta privasi mereka dihormati saat ini," lanjut pernyataan itu.


Ayah dari Dodi Fayed, yang meninggal bersama Putri Diana dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997, lahir di Alexandria di Mesir dan pindah ke London pada tahun 1960-an di mana ia mulai membangun kerajaannya.

Terkenal sebagai pengusaha di Inggris, ia pernah menjadi pemilik Fulham FC dan merupakan mantan pemilik department store mewah Harrods dan Paris Ritz.

Saat masih kecil, ia sering membolos sekolah untuk melakukan pekerjaan serabutan, menjual minuman ringan di jalanan atau mesin jahit dari rumah ke rumah.

Dia mulai berinvestasi di perusahaan-perusahaan Inggris setelah relokasi perusahaan pelayaran yang didirikan bersama saudara-saudaranya dari Mesir ke Eropa.

Sebagai pemilik Fulham FC dari tahun 1997 hingga 2013, ia dipuji karena membalikkan nasib klub sepak bola. Dia juga memiliki puluhan ribu hektar tanah di Dataran Tinggi Skotlandia.

Belakangan, ia menjadi terkenal karena bentrokan sengit dengan keluarga kerajaan Inggris setelah kematian Putri Diana dan putranya.

Al-Fayed yakin bahwa Dodi dan Putri Diana telah terbunuh dalam konspirasi keluarga kerajaan yang tidak mengizinkan putri yang bercerai itu menikah dengan seorang Muslim.

Pada 2008, dia mengatakan bahwa daftar tersangka konspirator adalah anggota senior keluarga kerajaan dan politisi.

Pemeriksaan menyimpulkan Putri Diana dan Dodi meninggal karena ulah nekat sopir dan paparazzi yang mengejar pasangan tersebut.

Pada tahun 2010, ia menjual Harrods kepada keluarga kerajaan Qatar dengan harga 1,5 miliar poundsterling dan tiga tahun kemudian ia menjual Fulham FC kepada Shahid Khan, pemilik tim sepak bola Amerika Jacksonville Jaguars.

Sky News melaporkan, pemakaman Al-Fayed dilakukan setelah shalat Jumat di Masjid Pusat London di Regent's Park.

Fulham FC memimpin penghormatan kepada mantan pemiliknya. Dalam postingan di media sosial, klub itu menyampaikan ucapan duka cita.

"Semua orang di Fulham sangat sedih mengetahui kematian mantan Pemilik dan Ketua kami, Mohamed Al Fayed. Kami berhutang budi kepada Mohamed atas apa yang dia lakukan untuk Klub kami, dan pikiran kami sekarang tertuju pada keluarga dan teman-temannya di saat yang suram ini," katanya.

Pemilik baru Fulham FC, Shahid Khan, juga menyampaikan duka citanya.

“Saya bergabung dengan pendukung kami di seluruh dunia untuk mengenang  Mohamed Al-Fayed, yang warisannya akan selalu menjadi inti tradisi kami di Fulham Football Club," ujarnya.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya