Berita

Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Andi Malarangeng saat ditemui usai Rapat MTP di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9)/RMOL

Politik

Ogah Pamit dengan Nasdem, Demokrat: Dia Pergi dengan Orang Lain

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2023 | 20:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Demokrat, ogah menemui Partai Nasdem setelah ada keputusan sepihak duet Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Andi Malarangeng menjelaskan, pihaknya sudah bulat memutuskan meninggalkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), sekaligus menarik dukungan kepada Anies sebagai bakal calon presiden (bacapres).

"Yang lalu, lalu lah sudah. Kita sudah ditinggalkan, dia pergi dengan orang lain, ya sudah move on," kata Andi dalam jumpa pers usai Rapat MTP di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9).


Dia menjelaskan, Nasdem dan Anies telah melanggar kesepakatan bersama di KPP, terutama soal penentuan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang seharusnya menjadi hak veto Anies.

"Kan sudah selesai. Kita harus move on dong menuju babak selanjutnya menuju Pilpres 2024 ini. Yaitu, kita membangun koalisi baru dengan teman-teman dari partai-partai lain," ungkapnya.

Maka dari itu, Andi yang pernah menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini memastikan Demokrat tidak akan menemui kembali Nasdem, termasuk untuk berpamitan dari KPP.

"Bukan kami yang meninggalkan kok. Kok kami yang pamit. Bukan kami yang meninggalkan, tapi kami yang ditinggalkan. Lalu kemudian tiba-tiba diam-diam melakukan pertemuan politik dan Kesepakatan baru dan koalisi baru," ucapnya tegas.

"Karena itu, ini urusannya etika politiknya di situ. Enggak pernah kami diberitahu oleh mas Anies," demikian Andi menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya