Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cegah Penyebaran Nyamuk Macan, Paris Lakukan Pengasapan

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2023 | 11:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya otoritas kesehatan di Paris melakukan pengasapan di kawasan ibu kota Prancis untuk membunuh nyamuk macan pada Kamis dini hari (31/8) waktu setempat.

Jalan-jalan ditutup dan orang-orang diminta untuk tetap tinggal di rumah mereka ketika kontraktor pengendalian hama menyemprotkan insektisida ke pepohonan, ruang hijau, dan area perkembangbiakan nyamuk lainnya.

Pemandangan seperti ini biasa terjadi di kota-kota tropis dan menjadi semakin umum di Eropa seiring dengan berkembangnya nyamuk macan yang dapat membawa virus demam berdarah, chikungunya dan zika, yang menyebar dari negara asalnya di Asia Tenggara.


“Ini adalah yang pertama di Paris, tapi ini bukan yang pertama di Prancis,” kata Wakil Walikota Paris Anne Souyris, yang bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan, seperti dikutip dari AFP.

“Prancis bagian selatan telah terkena dampak nyamuk harimau selama beberapa tahun," katanya.

Badan kesehatan regional Paris, ARS Ile-de-France, mengatakan area yang ditargetkan untuk pengasapan adalah 150 meter di sekitar rumah warga di distrik ke-13 ibu kota yang terjangkit demam berdarah saat bepergian.

“Operasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan demam berdarah setelah sebuah kasus terdeteksi,” kata badan tersebut.

Operasi pengasapan kedua telah direncanakan pada Kamis-Jumat malam di pinggiran Colombes di timur laut pusat kota Paris, setelah orang kedua jatuh sakit demam berdarah setelah kembali dari perjalanan ke luar negeri.

Pemerintah kota berupaya mencegah rantai penularan berkembang di wilayah Paris, yang merupakan rumah bagi sekitar 12 juta orang. Jika nyamuk macan menyengat seseorang yang membawa virus dari luar negeri, maka ia menjadi pembawa penyakit tersebut.

Nyamuk macan, yang juga dikenal sebagai Aedes albopictus, tiba di Eropa selatan pada dekade pertama abad ini dan sejak itu menyebar dengan cepat ke utara, berkembang di Prancis, Jerman dan Swiss.

Pakar kesehatan mengatakan hama ini berkembang pesat di benua ini karena perubahan iklim, dengan cuaca yang lebih hangat memperpendek masa inkubasi telur-telurnya, sementara musim dingin tidak lagi cukup dingin untuk membunuh hama.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, setelah pertama kali ditemukan di Perancis pada tahun 2004, penyakit ini kini ada di 71 dari 96 departemen di daratan, bahkan di daerah yang dekat dengan pantai utara Channel. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya