Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Tak akan Gabung ke Koalisi Prabowo, PDIP Pede Menang Telak di Pemilu 2024

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2023 | 03:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Konstelasi koalisi partai politik jelang Pemilu 2024 kian dinamis. Hal tersebut ditandai dengan adanya isu perubahan struktur koalisi yang ada saat ini.

PPP yang kini berada satu gerbong dengan PDI Perjuangan (PDIP) dalam koalisi partai pengusung Ganjar Pranowo diisukan akan membentuk koalisi baru bersama Partai Demokrat dan PKS. Jika benar PPP keluar dari koalisi tersebut, maka PDIP selaku partai peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 tinggal sendiri (secara perolehan kursi parlemen) dalam mengusung Ganjar Pranowo.

PDIP sendiri telah memenuhi syarat ambang batas perolehan kursi parlemen (Presidential Threshold 20 persen) untuk partai pengusung capres-cawapres. Artinya tanpa berkoalisi dengan partai parlemen lainnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sudah bisa mengusung capres-cawapresnya sendiri.


Koordinator Nusa Ina Connection, Abdullah Kelrey, mengungkapkan bahwa PDIP tetap membangun poros capres-cawapresnya sendiri. Dia menilai jika terjadi empat poros pasangan calon presiden dan wakil presiden, justru menguntungkan PDIP.

"PDIP akan menang telak kalau skemanya seperti itu (4 paslon capres-cawapres). PDIP saat ini sudah punya basis real. Sementara partai-partai lain yang berkoalisi mengusung capres-cawapres akan terpecah suaranya di basis masing-masing," kata Abdullah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (31/8).

Sambung dia, dengan begitu PDIP akan semakin percaya diri dan jumawa bisa maju sendiri tanpa dukungan partai lain. Menurut dia sangat tidak mungkin kalau kemudian PDIP memutuskan bergabung dengan koalisi partai pendukung Prabowo Subianto setelah ditinggal PPP.

"PDIP pede (percaya diri-red) akan menang telak, jadi buat apa dia bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM)? Pemilu 2024 nanti sudah menjadi ambisi PDIP untuk cetak hattrick untuk kemenangan pilpres dan pileg," bebernya.

Masih kata Abdullah, dengan cita-cita tersebut PDIP akan mengukir sejarah di negeri ini. Siapapun yang akan menjadi pasangan Ganjar Pranowo nanti tetap akan membawa coattail effect buat kader dan simpatisannya di grassroot.

"Siapapun pendamping Ganjar nantinya tidak akan pengaruh untuk basis PDIP di akar rumput. Mereka tetap loyal dan memilih PDIP. Ini sebenarnya kekuatan utama PDIP," pungkas Abdullah.     

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya