Berita

Bangkai kapal Titanic/Net

Dunia

AS Cegah Rencana RMST yang akan Lakukan Ekspedisi ke Kapal Titanic pada 2024

RABU, 30 AGUSTUS 2023 | 14:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berupaya untuk menghentikan rencana ekspedisi yang bertujuan untuk mengambil artefak bersejarah dari bangkai kapal Titanic yang tenggelam.

Upaya ini didasarkan pada argumen hukum mengenai undang-undang federal dan perjanjian internasional yang menetapkan kapal tersebut sebagai tempat peristirahatan yang dihormati.

Saat ini perdebatan hukum antara pemerintah AS dengan ekspedisi yang dikelola RMS Titanic Inc.,  perusahaan yang memiliki hak eksklusif untuk melakukan penyelamatan kapal karam, tengah berlangsung.


Perusahaan tersebut, sebelumnya diketahui telah berhasil mengumpulkan berbagai artefak berharga, termasuk peralatan makan perak dan fragmen dari lokasi tenggelamnya kapal di dasar Atlantik Utara.

Mengutip Hindustan Times, Rabu (30/8), perdebatan ini muncul setelah RMST diketahui memiliki rencana untuk melakukan ekspedisinya ke kapal Titanic pada 2024 mendatang, untuk mengambil gambar seluruh bangkai kapal, dan mengambil artefak dan puing-puing yang tidak menempel pada kapal.

Namun, pemerintah AS mencegah ekspedisi tersebut, dengan dalih bahwa hal tersebut melanggar hukum, dan kekhawatiran yang mendalam dari kegiatan yang dianggap akan mengganggu artefak bersejarah dan mungkin sisa-sisa manusia yang masih ada di dalam kapal.

Di sisi lain, pengacara RMS Titanic Inc. bersikeras bahwa perusahaan tidak bermaksud untuk mengabaikan hukum federal yang berlaku, dan akan mematuhi peraturan yang ada.

"Kegiatan penyelaman kami telah sesuai dengan hukum yang ada, tanpa mengganggu struktur yang ada saat ini. Perusahaan tidak bermaksud untuk memotong atau melepaskan bagian mana pun dari bangkai kapal tersebut," ujarnya.

Perbincangan tersebut memicu pertempuran hukum yang masih terus berlangsung di Pengadilan Distrik AS di Norfolk, Virginia, untuk mengatur masalah tersebut.

Pertempuran ini dilakukan setelah kapal selam Titan dari OceanGate beberapa bulan lalu meledak, yang telah menewaskan lima orang, termasuk seorang CEO perusahaan tersebut, dan miliarder asal Inggris.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya