Berita

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan mendeklarasikan dukungan terhadap Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Bacapres 2024, yang juga dihadiri Ketum PKB Muhaimin Iskandar, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu/RMOL

Politik

Berubah Nama Jadi Koalisi Indonesia Maju, KKIR Bubar?

RABU, 30 AGUSTUS 2023 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perubahan nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM), memunculkan persepsi perpecahan 4 partai politik (parpol) yang bernaung di dalamnya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai perubahan nama koalisi pendukung bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto itu terkesan mendadak.

Sebab, ada pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang mengaku tidak tahu ada perubahan nama koalisi.


Dalam pengamatan Jamiluddin, PKB sebagai parpol pertama yang membentuk KKIR bersama Partai Gerindra kecewa dengan perubahan nama tersebut. Apalagi ada piagam yang ditandatangani antara dua ketua umum pada awal pendiriannya.

"Dengan berubah nama, tentu KKIR dengan sendirinya bubar. Ini artinya, piagam kesepakatan yang ditandatangani Prabowo-Cak Imin menjadi tidak berlaku lagi," ujar Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/8).

Dalam piagam kesepakatan antara Cak Imin dengan Prabowo, menurut Jamiluddin, ada satu poin kerja sama politik yang sulit terealisasi akibat perubahan nama koalisi.

"Salah satunya tentu berimplikasi pada peluang Cak Imin menjadi Cawapres Prabowo," sambungnya memaparkan.

Lebih lanjut Jamiluddin menduga perubahan nama KKIR menjadi KIM merupakan dampak lanjutan masuknya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Lebih dari itu, dia juga meyakini pembahasan cawapres yang akan dipasangkan dengan Prabowo juga melibatkan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.

"Pembahasan Cawapres tidak lagi dibahas oleh Prabowo dan Cak Imin saja, tapi juga oleh Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, dan bahkan Yusril Ihzha Mahendra Ketum PBB yang juga mendukung Prabowo menjadi Capres di 2024," tuturnya.

"Secara politis hal itu tentu memukul Cak Imin. Sebagai Ketua Umum PKB, ia sudah mendapat perlakuan yang tak selayaknya. Seolah sudah tidak ada kesetaraan di KIM," demikian Jamiluddin.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya