Berita

PLTN Fukushima Daiichi di Jepang/Net

Nusantara

Bapeten: Air Limbah Nuklir PLTN Fukushima Tidak Berdampak Negatif bagi Manusia

RABU, 30 AGUSTUS 2023 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) RI buka suara perihal pembuangan air limbah terkontaminasi dari PLTN Fukushima Daiichi yang dibuang Jepang ke laut Pasifik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL pada Rabu (30/8), Bapeten menilai berdasarkan kadar tritium yang dilaporkan, maka pembuangan air limbah tersebut tidak berdampak negatif bagi manusia maupun lingkungan.

"Bapeten memandang bahwa hal tersebut tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi manusia maupun lingkungan, selama pihak pengelola PLTN Fukushima Daiichi dapat memastikan bahwa kandungan tritium yang ada dalam treated water yang dilepas tetap berada di bawah batas yang telah ditetapkan," ujar Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Indra Gunawan.


Meski begitu, ia menegaskan bahwa Bapaten berkomitmen untuk memonitor perkembagan dan terus bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta badan pengawas nuklir dunia lainnya dalam mengawasi pelepasan air limbah nuklir sehingga tetap memenuhi standar keselamatan.

Dalam laporan resmi Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi pada 4 Juli 2023, pelepasan air limbah PLTN Fukushima dinyatakan tidak memiliki dampak radiologis bagi manusia dan lingkungan.

Pihak Jepang telah menetapkan batas konsentrasi tritium dalam air limbah yang dilepaskan sebesar 1.500 Bq/L atau 1/7 dari standar yang ditetapkan WHO untuk air minum (10.000 Bq/L).

Berdasarkan hasil sampling yang dilakukan rutin oleh pihak pengelola PLTN
Fukushima Daiichi, diperoleh nilai konsentrasi tritium dalam air limbah di bawah nilai batas yang telah ditetapkan di atas.

Bapeten menjelaskan, pelepasan tritium ke lingkungan merupakan suatu hal yang jamak terjadi dalam pengoperasian PLTN. Pihak Jepang juga telah menetapkan batas jumlah pelepasan tritium tahunan sebesar 22 Trilyun Bq/tahun, yang mana angka ini masih lebih rendah daripada rata-rata jumlah pelepasan tritium tahunan dalam pengoperasian PLTN di dunia.

Treated water atau air olahan merupakan air terkontaminasi yang telah menjalani proses pengolahan untuk menghilangkan berbagai kontaminan, kecuali tritium.

Keberadaan tritium di alam berasal dari produk dari reaksi nuklir antara molekul udara (Nitrogen dan Oksigen) dan sinar kosmik berenergi tinggi di dalam atmosfer.

Tritium merupakan zat radioaktif yang secara alami terkandung di air ledeng, air hujan, dan juga tubuh kita. Tritium dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi langsung ke dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar. Lantaran radiasi beta yang dipancarkan dapat merusak jaringan lunak dan organ dalam tubuh manusia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya