Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Polisi Haiti Buka Penyelidikan terhadap Protes Mematikan antara Geng dengan Pemimpin Gereja

SELASA, 29 AGUSTUS 2023 | 12:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kepolisian Nasional Haiti akan membuka penyelidikan menyeluruh terhadap bentrokan mematikan yang terjadi pada Sabtu pekan lalu, saat seorang pemimpin gereja memimpin protes bersenjata di ibu kota Port-au-Prince.

Dalam pernyataan melalui siaran pers, Direktur Jenderal Kepolisian Frantz Elbe mengutuk bentrokan antara geng dengan pengunjuk rasa gereja yang menyebabkan banyak korban jiwa.

“Polisi mengutuk tragedi yang disesalkan ini dan menyampaikan simpatinya kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban,” tegas Elbe, seperti dimuat Aljazeera, Selasa (29/8).


Pada Senin (28/8), Elbe menjelaskan bagaimana ratusan kerumunan besar yang dipimpin pendeta Marcorel Zidor, berkumpul untuk mengikutinya, dengan beberapa di antaranya membawa senjata seperti parang dan senapan serbu.

“Kerumunan ini bertujuan untuk mengusir anggota geng yang bermarkas di Kanaan,” jelas Elbe, seraya menambahkan bahwa polisi kesulitan untuk mengontrol situasi, meski mereka telah mendirikan perimeter keamanan.

Tidak ada perkiraan resmi mengenai jumlah korban jiwa yang dirilis, namun polisi telah melaporkan banyak kematian dan penculikan, ketika geng tersebut dipimpin oleh seorang pria yang dikenal sebagai “Jeff” terlibat bentrok dengan pasukan gereja.

Salah satu pengunjuk rasa, Francois Vicner, menggambarkan keadaan saat demonstrasi, di mana anggota geng melancarkan serangannya kepada pasukan pendeta Zidor.

"Mereka menembaki kami dengan berbagai jenis senjata," ujar Vicner, dalam wawancara video dengan New York Times.

Bentrokan mematikan terus terjadi di Haiti yang saat ini tengah mengalami eskalasi kekerasan dan ketidakstabilan yang meluas akibat pengaruh geng-geng di sebagian besar wilayah Port-au-Prince.

PBB melaporkan banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk pembunuhan, eksploitasi seksual, dan penculikan yang terjadi di negara itu, yang telah memicu perlawanan dari masyarakat Haiti untuk membasmi maraknya geng di negaranya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya