Berita

Prancis mempertahankan kehadiran duta besar di Niger terlepas dari ultimatum junta/Net

Dunia

Macron Pertahankan Dubes Prancis di Niger Walau Ada Ultimatum Junta

SENIN, 28 AGUSTUS 2023 | 19:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Prancis akan tetap mempertahankan keberadaan duta besarnya di Niger, meskipun terdapat ultimatum dari para pemimpin junta yang memerintahkannya untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato kebijakan luar negeri di hadapan para duta besar yang berkumpul di Paris pada Senin (28/8).

Seperti dikutip France24, Macron mengonfirmasi bahwa Duta Besar Prancis, Sylvain Itte, masih mempertahankan posisinya di Niamey, meskipun sebelumnya diberi tenggat waktu 48 jam untuk meninggalkan negara itu pada Jumat lalu (26/8).


“Prancis dan para diplomatnya telah menghadapi situasi yang sangat sulit di beberapa negara dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari Sudan, hingga Niger saat ini,” katanya.

Dengan tegas, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan mengubah pandangannya dalam mengutuk kudeta dari junta militer dan mengulangi komitmen dukungannya kepada Presiden Niger terguling, Mohamed Bazoum.

Dalam pernyataannya, Macron menegaskan bahwa kemenangan Bazoum dalam pemilihan demokratis harus diberikan pengakuan, dan ia menekankan kualitas kepemimpinan Bazoum yang berani menolak untuk mengundurkan diri.

"Dalam prinsip kami yang jelas: kami tidak akan mengakui para pelaku kudeta," tegas Macron.

Seperti diketahui, Presiden Bazoum telah digulingkan dalam sebuah kudeta pada 26 Juli lalu dan kemudian ditahan bersama keluarganya di istana presiden. Aksi tersebut menuai kecaman keras dari Prancis dan mayoritas negara-negara tetangga Niger.

Pada Jumat lalu, Kementerian Luar Negeri Niger mengumumkan bahwa Dubes Prancis Itte diberikan tenggat waktu 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut.

Keputusan ini muncul setelah Itte menolak untuk bertemu dengan penguasa baru dan pemerintah Niger menilai bahwa langkah Prancis "bertentangan dengan kepentingan Niger". Untuk itu junta militer memutuskan untuk mengusir Dubes Itte dan memutus aliran air serta listrik ke kedutaannya di Niger.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya