Berita

Bakal calon presiden KPP, Anies Baswedan/Ist

Politik

Hasil Survei Internal KPP Berbeda dengan Lembaga Survei, Anies: Biar Sejarah yang Menjawab

JUMAT, 25 AGUSTUS 2023 | 10:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hasil sejumlah lembaga survei, yang menempatkan Anies Baswedan di posisi ketiga, menjadi sorotan keras Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Pasalnya, hasil survei lembaga-lembaga tersebut berbeda dengan hasil survei internal KPP.

"Oh iya, bedanya jauh sekali," sebut bakal calon presiden (bacapres) KPP, Anies Baswedan, usai menghadiri pertemuan Koalisi Perubahan di Jakarta, Kamis malam (24/8).

Namun, Anies enggan memaparkan soal hasil survei internal KPP tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya menyatakan, hasil survei yang tepat akan terungkap pada waktunya dan akan dicatat dalam sejarah.


"Ya enggak usah kita disclose-lah. Bedanya jauh sekali dan justru itu membuat, makanya kita cek laporan-laporan, kan masing-masing kita bikin, kita kroscek dan ya nanti biar sejarah yang akan menjawabnya," tuturnya.

Hadir dalam pertemuan Koalisi Perubahan untuk Persatuan antara lain Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, dan anggota Tim 8 Sudirman Said.
?????
Menurut hasil survei Political Weather Stations (PWS) yang dirilis Kamis (24/8), mayoritas responden atau 40,8 persen dari 1.200 orang memilih Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang menggantikan Presiden Joko Widodo. Diikuti Ganjar Pranowo (35,6 persen), dan 19,5 persen memilih Anies Baswedan

Sementara survei teranyar Y-Publica mencatat, Prabowo meraih elektabilitas sebagai bacapres sebesar 30,6 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 22,7 persen, dan Anies Baswedan di urutan ketiga sebesar 13,4 persen.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya