Berita

Seorang anggota kelompok tentara bayaran swasta Wagner memberikan penghormatan kepada Yevgeny Prigozhin (Kiri) dan Dmitry Utkin, di depan kantor PMC Wagner di Novosibirsk, pada 24 Agustus 2023/Net

Dunia

Spekulasi Meninggalnya Bos Wagner: Dibunuh Putin atau Kecelakaan Murni

JUMAT, 25 AGUSTUS 2023 | 04:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar meninggalnya pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin dalam sebuah kecelakaan pesawat telah menyebar ke seluruh dunia. Namun, hingga Kamis (24/8), penyebab pasti kematiannya masih belum jelas, meskipun sebagian besar ahli percaya hal itu menandai pembalasan Presiden Vladimir Putin atas upaya pemberontakan singkatnya dua bulan lalu.

Prigozhin, yang pada Juni 2023 berusaha menggulingkan kepemimpinan militer Rusia, diduga berada di dalam pesawat yang jatuh pada Rabu (23/8), dengan semua penumpang tewas.

Akun-akun media sosial Rusia yang terkait dengan oposisi atau akun Wagner sendiri, menggemakan analisis lembaga-lembaga think tank Barat, yang telah melihat masa hidup Prigozhin akan segera berakhi sejak aksinya yang dibatalkan di Moskow dua bulan lalu.


“Apa pun penyebab kecelakaan pesawat, semua orang akan melihat ini sebagai tindakan pembalasan dan hukuman, dan Kremlin tidak akan menentang pandangan ini,” kata Tatiana Stanovaya, pendiri lembaga konsultan R.Politik, seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/8).

Akun resmi Wagner tidak terlalu aktif sejak 26 Juni, ketika Prigozhin menerbitkan pesan audio terakhirnya. Namun, laporan yang dekat dengan kelompok tersebut membuat klaim yang sejauh ini belum terbukti bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh sistem rudal permukaan-ke-udara S-300.

Teori ini mulai menyebar segera setelah kecelakaan itu diketahui, di mana akun Telegram Grey_Zone menggambarkan jejak putih khas pertahanan udara di langit pada video amatir yang diduga merupakan penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Gambar lain yang belum diverifikasi menunjukkan sebuah pesawat, diduga Embraer 135 yang membawa Prigozhin, jatuh ke tanah.

Bahkan Margarita Simonian, kepala RT (sebelumnya Russian Today) secara terbuka mendukung teori pembunuhan tersebut dan menolak anggapan bahwa Prigozhin telah merencanakan kematiannya sendiri.

“Secara pribadi saya condong ke arah teori yang paling jelas," tulisnya.

Manifest resmi menunjukkan sepuluh penumpang berada di dalam pesawat yang jatuh di wilayah Tver barat laut Moskow.

“Semua orang di dalamnya tewas,” kata Kementerian Darurat Rusia.

Biografi singkat diterbitkan oleh Dossier, sebuah situs milik pengusaha pengasingan dan tokoh oposisi Mikhail Khodorkovsky.

Di antara mereka yang tewas adalah Dmitry Utkin, tangan kanan Prigozhin yang bertubuh kekar dan berkepala gundul yang dikenal memiliki simpati neo-Nazi.

Valery Chekalov, penumpang lainnya, adalah salah satu direktur perusahaan Concord milik Prigozhin dan telah bekerja untuknya sejak tahun 2000-an.

"Dia mengawasi semua proyek sipil bos Wagner di luar negeri, baik pencarian geologi, produksi minyak atau pertanian serta logistik perusahaan tentara bayaran," kata Dossier.

Kemarahan Putin terhadap pemberontakan Wagner, sejarahnya dalam melenyapkan lawan-lawannya, dan pengetatan kendali rezimnya sejak invasi ke Ukraina menjadi sorotan para pengamat yang menyalahkan Kremlin atas kematian Prigozhin.

“Jika Rusia adalah negara normal, maka pemberontakannya akan berujung pada persidangan Apa pun yang kita pikirkan tentang Prigozhin, adalah tidak masuk akal untuk membunuh seseorang tanpa pengadilan, terutama ketika dia tidak sedang bersembunyi,” tulis Khodorkovsky di X.

"Tetapi di dunia tempat Putin beroperasi — dunia gangster — itulah satu-satunya cara yang bisa dilakukan. Lagi pula, siapa yang tahu apa yang mungkin dia katakan di pengadilan?" tambah Khodorkovsky.

“Putin mempunyai kebiasaan membalas dendam di kemudian hari,” kata Samuel Ramani dari lembaga pemikir Inggris RUSI, sambil mengingat bahwa Alexander Litvinenko dan Anna Politkovskaya terbunuh pada tahun 2006 setelah mengkritik perang Chechnya pada awal 2000-an.

“Kematian Prigozhin terjadi jauh lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Pertanyaan lebih lanjut diajukan oleh tokoh-tokoh termasuk mantan duta besar AS untuk Rusia Michael McFaul.

“Mengapa Putin memilih untuk membunuh Prigozhin dengan cara yang begitu dramatis? Mengapa dia mengizinkan Prigozhin bertemu dengan para pemimpin Afrika selama pertemuan puncaknya di St. Petersbourg?” tulisnya Juli lalu di media sosial X.

"Terlebih lagi, mengapa loyalis Wagner diizinkan untuk melakukan balas dendam di media sosial sekarang?" tanyanya.

Pihak berwenang Rusia sendiri belum mengemukakan penyebab apa pun atas kecelakaan itu, sehingga masih banyak pertanyaan dan asumsi yang terbuka.

Personel dari Komite Investigasi Rusia yang berwenang, yang menyelidiki kejahatan serius, dilaporkan berada di lokasi kurang dari 24 jam setelah kecelakaan itu.

Meskipun baik Kremlin maupun kementerian pertahanan belum mengeluarkan pernyataan, penyelidikan telah dibuka untuk pelanggaran peraturan keselamatan udara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya