Berita

Representative Image/Net

Dunia

Dijanjikan Gaji Naik Hanya Enam Persen, Dokter di Inggris Kembali Mogok Kerja

JUMAT, 25 AGUSTUS 2023 | 02:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pelayanan kesehatan di Inggris berpotensi mengalami gangguan serius seiring dengan pelaksanaan mogok kerja yang kembali digelar oleh para dokter senior selama 48 jam pada Kamis (24/8).

Ribuan dokter rumah sakit mengumumkan bahwa selama periode mogok ini, mereka hanya akan memberikan perawatan darurat.

Namun, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) telah mengeluarkan peringatan bahwa pasien harus bersiap menghadapi potensi gangguan besar selama dua hari akibat aksi mogok, yang dipicu oleh perselisihan gaji antara petugas medis dengan pemerintah Inggris.

Tindakan protes terbaru ini merupakan bagian dari serangkaian mogok kerja yang telah dijalankan oleh para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

CEO NHS, Julian Hartley, menyampaikan keprihatinan atas dampak dari mogok kerja tersebut. Dia menyoroti kekhawatiran bahwa aksi ini terjadi menjelang akhir pekan, di mana biasanya akan memperparah situasi di unit gawat darurat rumah sakit.

"Pemogokan terbaru ini merupakan kepusingan besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat karena dilakukan tepat sebelum libur akhir pekan tiga hari pada akhir bulan Agustus," ujarnya, seperti dimuat Washington Post.

Pemerintah Inggris dari Partai Konservatif telah bersikeras bahwa pembicaraan mengenai gaji para petugas medis telah selesai, dengan kesepakatan untuk memberikan kenaikan gaji sebesar enam  persen kepada dokter senior.

Namun, Asosiasi Medis Inggris, serikat pekerja dokter, menolak kenaikan tersebut, dan menyebutnya sebagai bentuk penghinaan kepada para dokter.

Mereka berpendapat bahwa dalam 14 tahun terakhir, para dokter telah mengalami penurunan gaji nyata sekitar 35 persen. Banyak dokter juga mengakui bahwa mereka merasa terpaksa untuk mengambil tindakan demonstrasi guna memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik.

"Kami sebenarnya ingin berada di dalam rumah sakit untuk merawat pasien kami. Namun, kami tidak dapat diam melihat situasi di mana kami terus diabaikan dan dianggap sepele. Kami juga menyaksikan rekan-rekan kami pergi, yang tentu merugikan sistem kesehatan dan juga pasien," kata seorang pemimpin serikat pekerja, Dr. Vishal Sharma.

Jika pemogokan terbaru masih diabaikan, Asosiasi Medis Inggris itu telah mengumumkan rencananya untuk menggelar mogok kerja kembali pada tanggal 19-20 September serta 2-4 Oktober mendatang.

Populer

Bangun PIK 2, ASG Setor Pajak 50 Triliun dan Serap 200 Ribu Tenaga Kerja

Senin, 27 Januari 2025 | 02:16

Gara-gara Tertawa di Samping Gus Miftah, KH Usman Ali Kehilangan 40 Job Ceramah

Minggu, 26 Januari 2025 | 10:03

Viral, Kurs Dolar Anjlok ke Rp8.170, Prabowo Effect?

Sabtu, 01 Februari 2025 | 18:05

Prabowo Harus Ganti Bahlil hingga Satryo Brodjonegoro

Minggu, 26 Januari 2025 | 09:14

Datangi Bareskrim, Petrus Selestinus Minta Kliennya Segera Dibebaskan

Jumat, 24 Januari 2025 | 16:21

Masyarakat Baru Sadar Jokowi Wariskan Kerusakan Bangsa

Senin, 27 Januari 2025 | 14:00

KSST Yakin KPK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi Libatkan Jampidsus

Jumat, 24 Januari 2025 | 13:47

UPDATE

HUT Ke-17 Partai Gerindra, Hergun: Momentum Refleksi dan Meneguhkan Semangat Berjuang Tiada Akhir

Senin, 03 Februari 2025 | 11:35

Rupiah hingga Mata Uang Asing Kompak ke Zona Merah, Trump Effect?

Senin, 03 Februari 2025 | 11:16

Kuba Kecam Langkah AS Perketat Blokade Ekonomi

Senin, 03 Februari 2025 | 11:07

Patwal Pejabat Bikin Gerah, Publik Desak Regulasi Diubah

Senin, 03 Februari 2025 | 10:58

Kebijakan Bahlil Larang Pengecer Jual Gas Melon Susahkan Konsumen dan Matikan UKM

Senin, 03 Februari 2025 | 10:44

Tentang Virus HMPV, Apa yang Disembunyikan Tiongkok dari WHO

Senin, 03 Februari 2025 | 10:42

Putus Rantai Penyebaran PMK, Seluruh Pasar Hewan di Rembang Ditutup Sementara

Senin, 03 Februari 2025 | 10:33

Harga Emas Antam Merosot, Satu Gram Jadi Segini

Senin, 03 Februari 2025 | 09:58

Santorini Yunani Diguncang 200 Gempa, Penduduk Diminta Jauhi Perairan

Senin, 03 Februari 2025 | 09:41

Kapolrestabes Semarang Bakal Proses Hukum Seorang Warga dan Dua Anggota Bila Terbukti Memeras

Senin, 03 Februari 2025 | 09:39

Selengkapnya