Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menerima kunjungan anak asuhnya, Herayati/Ist

Politik

Anak Asuhnya Dapat Beasiswa Doktoral, Ketum PPP: Jangan Menyerah Karena Keadaan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2023 | 22:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keterbatasan ekonomi dan sosial bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih pendidikan yang setinggi-tingginya.

Kisah itu diceritakan salah satu anak asuh dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono, yaitu Herayati. Dia lahir dari keluarga sederhana, di mana ayahnya seorang pengayuh becak, di Cilegon, Banten.

Gadis 28 tahun ini mendapat beasiswa dari Perusahaan POSCO untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Department of Chemistry, Kookmin University, Seoul, Korea Selatan.


Mardiono mengaku bangga atas pencapaian Hera. Sebab, dia merupakan saksi Hera sejak dulu tinggal di Cilegon.

“Hera ini adalah salah satu siswi MAN 2 Cilegon, di mana sekolah ini posisinya di belakang rumah saya," ujar Mardiono saat menerima kunjungan Hera dan keluarganya di Kantor Utusan Khusus Presiden (UKP), Jakarta, Kamis (24/8).  

"Alhamdulillah usai lulus dari MAN 2 kemudian lanjut S1-S2 predikat cumlaude di ITB. Kemudian sekarang mendapatkan beasiswa ke Korea," imbuhnya.

Mardiono yang juga Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan ini juga meminta kepada anak bangsa agar meneladani sosok Hera. Di mana tidak pasrah akan keadaan dan kehidupan latar belakang.

“Bagi anak bangsa khususnya yang sedang menapaki jenjang pendidikan, jangan pernah merasa karena memiliki latar belakang terbatas secara sosial dan ekonomi sehingga menyerah," katanya.

Sementara itu, Hera yang baru saja ditinggalkan sosok ayah, mengaku hampir mengubur cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Namun, ada banyak hal yang memotivasinya untuk tetap melanjutkan hidup dan cita-citanya yang mulia itu.

Hera pun berharap, usai lulus dan mendapatkan gelar doktor di Korea, dia bisa mengaplikasikan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Karena saya memang dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, maka keberhasilan saya juga akan disalurkan untuk memberikan manfaat pada orang banyak dan negara,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya