Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menjelang Pilpres 2014/Ist

Politik

Skema Ganjar-Anies Ingin Ulangi Kisah Sukses Duet King Maker Megawati-Surya Paloh di 2014?

RABU, 23 AGUSTUS 2023 | 13:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wacana untuk menduetkan bakal capres PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo dengan bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan terus mengemuka. Skema itu bak gayung bersambut dari politisi PDIP dan Nasdem yang terkesan berharap sekaligus membayangkan peluang tersebut terjadi.

Jika duet ini memang betul terjadi dan menang dalam Pilpres 2024, maka kisah sukses Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai King Maker sejati di republik ini tak terbantahkan lagi. Setelah sukses merancang duet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Pilpres 2014, kini ketua partai berlambang banteng moncong putih itu seakan ingin mengulanginya lagi di tahun 2024.

Kisah sukses di 2014 itu pun tak lepas dari besutan tangan dingin Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. Wartawan senior sekaligus pengusaha ini kian matang dalam berpolitik usai ditempa di kawah candradimuka partai berlambang beringin selama bertahun-tahun.


Di 2014, Partai Nasdem menjadi partai pertama yang mengusung Jokowi. Baru kemudian di injury time, PDIP resmi mencalonkan mantan Wali Kota Solo itu sebagai capres yang diusung. Lalu, pendamping Jokowi juga baru diputuskan kemudian hari.

Tak pernah terbesit pun sebelumnya JK akan dampingi Jokowi menghadapi Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Pasalnya, beberapa tahun sebelumnya, JK menjadi sosok yang kerap mengkritik Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tetapi keputusan politik berkata lain, Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2005-2010 itu akhirnya menjadi cawapres Jokowi.

Tak dipungkiri, Megawati dan Surya Paloh bisa dibilang sebagai king maker yang menjahit pasangan ini untuk bertarung di kontestasi Pilpres 2014. Hasilnya pun cukup memuaskan, pasangan Jokowi-JK mengungguli pesaingnya Prabowo-Hatta dengan perolehan suara di kisaran 53 persen berbanding 47 persen.

Sejarah adalah guru sejati, baik Megawati maupun Surya Paloh ingin mengulang kisah itu kembali. Skema menduetkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan pun bergulir.

Bahkan disebut-sebut sebagai pasangan yang punya kekuatan. Namun banyak yang menilai skema itu tak mungkin terjadi, mengingat kedua bakal capres sekaligus kubu pengusungnya kini tengah berseteru.

Menurut Koordinator Nusa Ina Connection, Abdullah Kelrey, kubu Surya Paloh dan kubu Megawati Soekarnoputri akan bersatu dalam Pilpres 2024. Perseteruan yang terlihat di antara keduanya hanya sebatas gimmick belaka.

"Mereka (Surya Paloh dan Megawati) akan membuat sejarah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Mereka akan membuat deal, yang pastinya membuktikan bahwa mereka itu sebagai king maker hebat di republik ini," kata Abdullah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/8).

Sambung dia, dengan adanya kata kunci bahwa politik sangat cair dan yang terlihat bermusuhan sangat mungkin bisa bersatu, maka koalisi Surya Paloh dan Megawati Soekarnoputri bakal terjadi. "Sangat mungkin terjadi, mereka ingin mengulang keberhasilan di tahun 2014," pungkasnya.

Skema menduetkan Ganjar dengan Anies ini tentunya sangat mirip dengan pasangan Jokowi-JK di 2014, baik secara karakter maupun latar belakang politik keduanya. Mungkinkah Ganjar dan Anies akan berpasangan dan dapat memenangkan pertandingan di 2024 nanti? Kita nantikan.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya