Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Untuk Kader Tak Loyal dan Indisipliner, Megawati Harus Beri Sanksi Tegas

RABU, 23 AGUSTUS 2023 | 09:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disarankan untuk melakukan tindakan tegas kepada para kadernya yang indisipliner terhadap keputusan partai. Menjatuhkan sanksi pemecatan merupakan salah satu opsi tegas yang harus diambil.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (23/8).

“Ya memang harus diberi sanksi harus dipecat. Karena kalau tidak dipecat maka akan menular dan menjalar ke kader-kader lain,” kata Ujang.


Menurut Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu, PDIP akan mengalami perpecahan serius apabila membiarkan kader-kadernya mendukung Prabowo Subianto. Sebab, PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo  di Pilpres 2024.

“Kalau itu sudah terjadi maka PDIP bisa pecah dari dalam. Itu akan mengganggu konsolidasi kemenangan Ganjar dan PDIP,” tuturnya.

Atas dasar itu, Ujang menilai Megawati harus tegas kepada para kadernya yang kembangkan putusan partai.

“Kalau kader loncat pagar dukung pihak lain tidak loyal, ya PDIP harus tegas memecat mereka-mereka yang melakukan indisipliner partai,” pungkasnya.

Hingga saat ini, tercatat dua kader PDIP seperti Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko belakangan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Sebelumnya, Walikota Solo sekaligus putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dipanggil DPP PDIP setelah menerima kedatangan Prabowo Subianto di kediamannya, selanjutnya para relawan Gibran juga mendukung Prabowo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya